Rabu, 21 November 2018
Otomotif

Serunya Mini GP, Balap Motor Khusus Anak - anak

Serunya Mini GP, Balap Motor Khusus Anak - anak Pebalap cilik Mini GP kelas 50 cc adu cepat di sirkuit Panglima Sudirman Kota Probolinggo. (FOTO: Happy L. Tuansyah/TIMES Indonesia)
Senin, 15 Oktober 2018 - 19:11

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Guna mencetak dan mencari bibit pebalap profesional, Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur, menggelar Mini GP, di sirkuit Panglima Sudirman Kota Probolinggo. Mini GP sendiri merupakan balap motor khusus anak – anak.

Sirkuit panglima sudirman sepanjang 1.200 meter mendadak menjadi heboh. Pasalnya, sekitar 15 pebalap cilik dengan motor 50 cc, melaju di sirkuit tersebut. Layaknya pebalap profesional, anak – anak berusia antara 4 hingga 6 tahun ini juga melaju layaknya pebalap profesional.

Tidak asal melaju, mereka sudah diberi piranti keamanan penuh. Mulai dari kostum balap, sepatu, helm dan pelindung siku, semuanya sesuai standart balap. Perhelatan tersebut merupakan rangkaian dari road race kejuaran terbuka balap motor 2018.

Ajang road race kali ini di gelar untuk mencari bibit atau mencetak pembalab profesional dari Jawa Timur. Salah satunya adalah di kelas 50 cc. Meski terbilang kecil, namun di butuhkan skill khusus untuk menjinakkan motor  kecil ini.

“Kalau takut sih tidak, malah senang kalau sampai bisa juara,” kata salah satu pebalap cilik, Gilang Rahman, asal Pamekasan, Senin (15/10/2018).

Bagi para mekanik sendiri, kelas 50 cc justru lebih rumit. Dari pada mesin motor bebek pada umumnya. Sistem matic tanpa suspensi, membuat motor bermesin pemotong rumput ini rawan tidak seimbang.

“Permasalahannya di situ, karena tanpa suspensi maka harus bisa membuat motor seimbang. Kalau motor biasa sih gampang,” ujar salah satu mekanik, Hermawan.

Selain itu, tipikal anak – anak yang masih suka manja dan senang bermain, menjadi kendala tersendiri bagi pelatih maupun mekanik. Namun untuk mencetak seorang pebalap profesional, maka anak-anak itupun diajari tekhnik-tekhnik balapan. Seperti menyeimbangkan motor saat di tikungan. Dimana kombinasi rem depan dan belakang harus pas.

Selain  kelas mini GP, ajang adu cepat ini juga menggelar kejuraraan  lainya. Seperti kelas bebek 110 standar – kelas 110 tune up. Kegiatan ini pun sukses berjalan, hasil dari kerjasama IMI Jatim dengan sejumlah pihak swasta. (*)


Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration