Kamis, 22 November 2018
Peristiwa - Daerah

Lestarikan Budaya, UB Beberkan Teknologi Keris Secara Ilmiah

Lestarikan Budaya, UB Beberkan Teknologi Keris Secara Ilmiah Suasana seminar Keris Nusantara yang digelar Pusat Studi Peradaban UB.(foto: Imadudin M/Times Indonesia)
Senin, 15 Oktober 2018 - 13:38

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) berupaya melakukan pelestarian budaya melalui edukasi budaya bertema 'Literasi Keris di Era Milenial: Pertautan Antara Sains, Agama, Budaya, Sejarah, Seni dan Teknologi.

Edukasi yang dikemas dalam seminar nasional ini, digelar Pusat Studi Peradaban LPPM, UB, di Gedung Widyaloka, UB, Kota Malang, Jawa Timur, Senin (15/10/2018).

Wakil Ketua Pusat Studi Peradaban, LPPM UB, Jazim Hamidi mengatakan dalam budaya Jawa, keris dilambangkan sebagai simbol kesempurnaan, kejayaan, kekuatan, dan juga ketinggian spiritualitas. Namun di zaman milenial ini, pemahaman tentang keris telah bergeser jauh hanya dipandang sebagai karya masa lampau bahkan terkesan mistis.

seminar-Keris-Nusantara.jpg

"Di balik pusaka keris ini, ada berbagai rahasia yang luar biasa. Mulai dari teknologi pembuatannya, ketinggian makna filosofisnya, simbol jati diri sang Empu melalui kekuatan spiritualnya, yang tidak pernah digali dalam perspektif ilmu pengetahuan modern," kata Jazim.

Ia menyebutkan dengan edukasi ini diharapkan mampu melestarikan budaya sekaligus menjaga warisan bangsa. Saat ini, UNESCO juga telah menetapkan keris sebagai warisan budaya dunia yang hanya ada di Indonesia.

Jazim menambahkan UB juga akan terus melakukan kajian dan riset untuk memperkaya informasi tentang keris. Tahun depan, rencananya UB juga akan membuat museum Keris Nusantara, sebagai wadah atau laboratorium untuk mengetahui dan mengkaji keris dari berbagai penjuru Indonesia.

"Pelestarian keris nusantara sebagai upaya memperkuat identitas bangsa. Pak Rektor tadi juga sudah setuju, untuk membuat museum Keris Nusantara sebagai pusat penelitian budaya," terangnya.

seminar-Keris-Nusantara-b.jpg

Dalam seminar nasional Keris Nusantara ini turut menghadirkan sejumlah tokoh penting untuk membahas keris dari sisi sains, agama, budaya, sejarah, seni dan teknologi, antara lain: HM. Nasruddin Anshoriy Ch atau Gus Nas (Pimpinan Pesantren Ilmu Giri, Selopamioro, Imogiri, Bantul);  Ir DJ Djoko H Santjojo (Peneliti Senior di Research Center of Advanced System And Materials Technology (RC ASMAT)); Unggul Sudrajat Peneliti di Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Balitbang,  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI); dan Ustdaz Salim A. Fillah (Pendiri Omah Dakwah Pro-U Media Yogyakarta). 

Selain itu, Pusat Studi Peradaban UB juga menghadirkan Pembuat Keris dan Tosan Aji Senior di Tumpang, Malang, Mpu Saefudin Supo Anom dan Pemenang Juara II Lomba Karnaval Selamatan Desa, Kelurahan Tunjungsekar Tahun 2018, Toha pembuat replika keris Nogo Sosro sepanjang 10 meter, yang memberikan testimoni tentang pelestarian keris Nusantara sebagai upaya memperkuat identitas bangsa.(*)

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration