Selasa, 23 Oktober 2018
Peristiwa - Daerah

Gang Punthuk, Pusat Barang Bekas Legendaris di Kota Madiun

Gang Punthuk, Pusat Barang Bekas Legendaris di Kota Madiun Penjual buku dan kliping koran masih eksis di Gang Punthuk Kota Madiun. (FOTO: Y Apridayani/TIMES Indonesia)
Jum'at, 12 Oktober 2018 - 22:34

TIMESINDONESIA, MADIUN – Setiap kota pasti memiliki tempat legendaris. Kota Madiun punya Gang Punthuk. Gang sempit yang dipenuhi penjual barang bekas itu seolah menjadi jantung kota pecel.

Saat matahari menyingsing, denyut di Gang Punthuk pun mulai terasa.  Di mulut gang berjajar penjual pakaian bekas. Di bagian tengah penjual sepatu, orderdil sepeda dan buku berseling. Di ujung gang yang berdempetan dengan Pasar Besar Madiun banyak dijumpai pedagang buah, sayur, ayam dan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Samsu Hadi salah seorang penjual buku mengaku sudah menggantungkan hidup di Gang Punthuk selama belasan tahun. Sebelumnya, sang ibu berjualan nasi pecel berpuluh tahun ke belakang.

"Pedagangnya memang sudah ganti-ganti. Tapi dari dulu saya berjualan buku," ungkapnya.

Penjual buku bisa dibilang paling eksis di Gang Punthuk. Bahkan, gang akses ke Jalan Cokroaminoto itu jadi jujukan anak sekolah. Kebanyakan mereka mencari kliping koran untuk tugas sekolah atau buku mata pelajaran baik bekas maupun baru.

"Kalau di sini harga memang bisa lebih miring dibanding toko," kata Samsu Hadi.

Memang penjualan buku tak selalu ramai. Tapi penjual buku di Gang Punthuk optimis bisa terus bertahan. Mereka juga tidak bergantung uluran tangan pihak manapun termasuk pemerintah. "Punthuk biar begini saja tidak usah diapa-apain. Toh selama ini kami bisa bertahan," katanya.

Berdasar namanya, Punthuk adalah rumah rayap. Konon Gang Punthuk hanyalah jalan setapak yang sering sering dilewati orang.

Kemudian muncul para pedagang dan akhirnya bertahan hingga kini menjadi salah satu jantung perekonomian warga Kota Madiun. Meskipun papan nama gang kini tidak ada lagi dan berganti gapura bertuliskan Masjid Taqwa, orang tidak akan melupakan di mana Gang Punthuk berada. (*)

Jurnalis : Y. Apridayani
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Madiun

Komentar

Registration