Senin, 10 Desember 2018
Pendidikan

Lewat Seminar Kebangsaan, Guru Kabupaten Pasuruan Diajak Perkuat Rasa Cinta Tanah Air

Lewat Seminar Kebangsaan, Guru Kabupaten Pasuruan Diajak Perkuat Rasa Cinta Tanah Air Drs Hasbullah, Msi saat membuka Seminar Wawasan Kebangsaan mdi Gedung A Aula Diknas, di Raci, Pasuruan Rabu (10/10/2018). (FOTO: Istimewa)
Jum'at, 12 Oktober 2018 - 21:31

TIMESINDONESIA, MALANGMusyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS SMP Se Kabupaten Pasuruan menggelar Seminar Wawasan Kebangsaan. Acara yang digelar di Gedung A Aula Diknas, di Raci, Pasuruan Rabu (10/10/2018) ini mengangkat tema Penguatan Pendidikan Karakter Nilai Cinta Tanah Air dan Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan. 

Seminar diawali sambutan Koordinator MGMP, Drs Bagong Sarwo Edi, Mpd, yang menjelaskan pentingnya silaturahmi dan sharing mengajar antar guru IPS. Intinya, seminar Wasbang menjadi bagian ruang bertemu yang telah terjadwal di sela mengajar di tempat tugas masing-masing.

Seminar-Wawasan-Kebangsaan-4.jpg

Berikutnya, Drs Hasbullah, Msi, Kabid Dikdas dinas terkait, memberi pesan penting tentang pendidikan karakter. Menurutnya, karakter menjadi hal utama landasan manusia terdidik.

Untuk itu para guru IPS mempunyai peran sangat khusus membentuk karakter siswa. Pelajaran sejarah, geografi dan ekonomi, menjadi bagian krusial menanam karakter kebangsaan.

Hingga acara seminar dimulai, Eni Cahya Wijayati, Spd, Mpd, selaku host mengenalkan Akhmad Bayhaqi, expert editor TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) sebagai narasumber.

Seminar-Wawasan-Kebangsaan-5.jpg

Selanjutnya seminar berlangsung dengan pemaparan gagasan, ide dan pengalaman menulis hal-hal terkait sejarah kelahiran Indonesia.

Nilai perjuangan nasional. Teladan para pahlawan. Beberapa kutipan sejarah unik Indonesia. Catatan keprihatinan nilai wawasan kebangsaan yang mulai luntur, serta beberapa kajian tulisan kolom di media yang menukil kisah heroik bangsa Indonesia.

Seminar berlanjut dengan tanya jawab. Dipandu Dra Sunarni, Mpd selaku pengawas, didampingi Koordinator  MGMP.

Seminar-Wawasan-Kebangsaan-2.jpg

Kegalauan akan wawasan kebangsaan terkuak di forum ini. tentang kisah sejarah yang subyektif. Tentang pembinaan karakter yang kian tidak mudah, serta makin sulitnya pancasila diajarkan sebagai landasan nilai moral, karena terpaku pada kurikulum yang berubah.

Akhirnya, seminar berujung apresiasi dua senior guru IPS. Didik Lestariyono, Spd, MM, mengurai betapa sejarah adalah peristiwa orang terdahulu yang akan menjadi catatan masa depan. Semua bangsa punya sejarah. Bangsa Indonesia patut memilih sejarah terbaiknya untuk masa depan. Begitu urainya.

Sedangkan Drs Suharman Sulistiyo, mencatat ulang nilai-nilai karakter ke-Indonesiaan yang harusnya bisa dipertahankan dan dihidupkan kembali.

Seminar-Wawasan-Kebangsaan-3.jpg

Kepala Sekolah SMPN 1 Purwodadi ini menegaskan karakter baik itu lebih tinggi dari ilmu.

Akhirnya, Seminar ditutup dengan menyanyikan lagu Padamu Negeri dan Syukur karya H. Mutahar.

Kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), ketua panitia, Novita Ristianti, SE, Mpd, menyatakan terima pada rekan guru dan semua pihak atas terselenggaranya seminar Wasbang ini. "Semoga bisa jadi rekreasi bahan ajar, ujarnya mengakhiri penjelasan.(*)

Jurnalis : Bayhaqi Kadmi
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

Komentar

Registration