Rabu, 19 Desember 2018
Peristiwa - Daerah

Jelang Penerimaan CPNS, Dua Warga Lamongan Tertipu Ratusan Juta

Jelang Penerimaan CPNS, Dua Warga Lamongan Tertipu Ratusan Juta Terduga kasus penipuan CPNS, SN saat dibawa petugas Kepolisian Resort (Polres) Lamongan, di Mapolres Lamongan, Rabu (12/10/2018). (FOTO: MFA Rohmatillah/TIMES Indonesia)
Jum'at, 12 Oktober 2018 - 18:12

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Menjelang penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kepolisian Resort (Polres Lamongan), Jawa Timur, dua warga Kecamatan Sugio, tertipu karena ngebet ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kasus penipuan ini dialami Siti Supiatin (30), seorang Bidan, warga Desa Pangkarejo dan Mujiono (38) warga Desa Bakalan, Kecamatan Sugio.

“Korban dijanjikan akan dimasukkan menjadi PNS tanpa jalur tes dan langsung masuk,” AKP Wahyu Norman Hidayat, Kasat Reskrim Polres Lamongan, dalam jumpa pers, di Mapolres Lamongan, Rabu (12/10/2018).

Supiatin bahkan sampai rela membayar uang pelicin sebesar Rp 150  juta dan Mujiono Rp 85 juta kepada tersangka SN (45), yang menjabat sebagai Kepala Dusun Rejosari, Desa Gondanglor, Kecamatan Sugio Lamongan.

kasus-penipuan-CPNS-lamonga.jpg

Namun janji-janji manis SN tak terwujud setelah ditunggu hingga 7 tahun lamanya, hingga dibukanya pendaftaran CPNS 2018 ini. Polisi, sambung Norman, juga masih melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya korban lain.

“Pelaku diduga melakukan penipuan kepada 2 orang korban. Ditangkap tadi malam, dan langsung ditahan setelah diperiksa hingga dini hari,” katanya.

Norman membeberkan, dalam menjalankan aksinya, SN bekerja sama dengan, Akhwan PNS Dinas Perhubungan Lamongan, yang sudah ditahan terlebih dulu. "Kita juga akan memintai keterangan tersangka yang sudah di Lapas, AN" ucapnya.

Lebih lanjut, Norman menghimbau masyarakat Lamongan agar tidak mudah percaya, apabila ada yang menjanjikan menjadi PNS, karena itu adalah penipuan CPNS. Apalagi, saat ini waktunya penerimaan CPNS. (*)

Jurnalis : MFA Rohmatillah
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Registration