Selasa, 23 Oktober 2018
Peristiwa - Daerah

Bupati Suprawoto Impikan Magetan Kota Bunga

Bupati Suprawoto Impikan Magetan Kota Bunga Bupati Magetan, Suprawoto. (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Jum'at, 12 Oktober 2018 - 18:19

TIMESINDONESIA, MAGETAN – Pasca dilantik sebagai Bupati MagetanSuprawoto tancap gas mencanangkan berbagai program. Salah satu menjadikan Magetan Kota Bunga agar semakin menarik dan nyaman untuk dikunjungi.

Kabupaten Magetan merupakan kota kecil di kaki Gunung Lawu wilayah Jawa Timur, yang menyimpan banyak potensi dengan keindahan pesona alamnya. Kendati itu, untuk mengembangkannya dibutuhkan sinergi yang baik antara warga dengan pemerintah setempat.

Bupati Magetan, Suprawoto, mengatakan akan berupaya menjadikan Kabupaten Magetan sebagai tempat yang menarik dengan keindahan panoramanya. Magetan Kota Bunga menjadi sebuah konsep yang sempat digaungkan pasca dilantiknya menjadi Pejabat nomor 1 di Magetan.

"Magetan Kota Bunga adalah salah satu mimpi saya, karena pada waktu dulu di Magetan sangat indah," ujar Suprawoto kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Menurutnya, saat ini di Kabupaten Magetan sudah jarang ditemui taman yang berisi dengan bunga-bunga yang indah. Ia akan menghidupkan kembali suasana yang dulu pernah ada.

"Saya dulu kalau ke Sarangan sering menjumpai bunga-bunga yang indah di sepanjang jalan, seperti bunga gladiol, bunga aster, dan lainnya. Dimana-mana penuh dengan bunga, indah sekali," ungkapnya.

Selain itu, maraknya perdagangan karangan bunga yang berasal dari luar daerah wilayah, memicu keprihatinan dari Bupati Magetan ini. Pasalnya, bunga-bunga tersebut seharusnya bisa dihasilkan sendiri oleh warga Magetan.

"Yang memprihatinkan lagi, karangan bunga yang biasa dijual untuk ucapan, malah bunganya diambilkan dari daerah Semarang dan Salatiga," terangnya.

Oleh karena itu, dalam program jangka pendek, Bupati Magetan, Suprawoto akan terus berbenah di berbagai sektor. Ia akan mewujudkan keinginan masyarakat dan mimpi Magetan Kota Bunga. "Saya ingin menjahit keinginan dan keprihatinan masyarakat. Karena bupati secara birokrasi adalah penjahit yang indah untuk mewujudkan keinginan masyarakat," ucapnya. (*)

Jurnalis : MK Adinugroho Syaifullah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Magetan

Komentar

Registration