Selasa, 23 Oktober 2018
Politik Pilpres 2019

Karding Tuding Kubu Prabowo-Sandiaga Uno Tidak Miliki Gagasan Tentang Kerakyatan

Karding Tuding Kubu Prabowo-Sandiaga Uno Tidak Miliki Gagasan Tentang Kerakyatan Pasangan Capres dan Cawapres Duet Prabowo-Sandiaga Uno. (Grafis: TIMES Indonesia)
Jum'at, 12 Oktober 2018 - 16:43

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Tim Kampanye Nasional (TKN) duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin menilai pasangan capres dan cawapres kubu rival, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak memiliki gagasan tentang kerakyatan.

"Dengan segala hormat, Pak Prabowo justru beliau belum kerja apa-apa untuk rakyat kita. Kecuali jargon dan bunyi-bunyi yang besar. Kami belum pernah melihat gagasan Pak Prabowo yang memprhatikan rakyat," ujar Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Sebaliknya, Karding justru menyinggung latar belakang Prabowo sebagai mantan menantu Presiden era Orde Baru, Soeharto.  Di mana praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme sangat marak sehingga secara tidak langsung Prabowo menikmati praktik tersebut.

"Kalai bicara sejarah, jangan dilupakan. Jadi kita ini masih ingat kenapa reformasi dijalankan, yaitu salah satunya mengubah praktik KKN yang dilakukan Pak Harto dan kroninya. Dan Pak Prabowo menantu saat itu yang secara tidak langsung pasti beliau mendapat banyak keuntungan dari situ," ucapnya.

Selain itu, Karding juga menampik pernyataan Prabowo soal 'economics of stupidity' atau sistem ekonomi kebodohan. Menurutnya, Indonesia saat ini tengah mengalami kemajuan ekonomi.

Kata dia, selama 4 tahun memimpin pemerintahan, Presiden Jokowi terus melakukan berbagaia upaya untuk kesejahteraan rakyat kecil. Misalnya, divestasi saham PT. Freeport Indonesia.

"Faktanya bahwa dengan rezim ekonomi yang kita bangun hari ini, divestasi Freeport bisa kita kembalikan selama tahun 67 sampai sekarang, 51 tahun lebih, kita bisa mengembalikan hak rakyat ke tangan negara," tandas Karding, Wakil Ketua TKN duet Jokowi-KH Ma'ruf Amin. (*)

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration