Selasa, 23 Oktober 2018
Ekonomi

IMF-World Bank 2018, Pengusaha India Tertarik Impor Batik Tulis Lasem

IMF-World Bank 2018, Pengusaha India Tertarik Impor Batik Tulis Lasem ILUSTRASI: Batik. (FOTO: TIMES Indonesia)
Jum'at, 12 Oktober 2018 - 12:06

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perajin batik tulis Lasem turut meramaikan pameran Paviliun Indonesia yang diselenggarakan Kementerian BUMN dalam pertemuan tahunan Dana Internasional Moneter-Bank Dunia (IMF-World Bank/WB) 2018. Batik tulis karya pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dari Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, ini menarik minat delegasi yang hadir.

"Ada orang India yang datang dan tertarik untuk mengimpor produk kami, katanya untuk dijual lagi. Mereka minta 20 sampai 30 lembar," kata Sri Winarti, perajin batik tulis Lasem, binaan PT BNI (Persero) di Nusa Dua, Bali, Jumat (12/10/2018).

Sri mengatakan batik yang dipesan adalah jenis klasik yang harganya sekitar Rp4,9 juta. Sri mengaku kelompoknya siap memenuhi permintaan tersebut karena sudah mendapat pelatihan kewirausahaan dari BNI beberapa waktu lalu.

Jenis batik tulis klasik memang cukup diminati karena keunikannya, salah satunya adalah penggunaan pewarna alami dari akar, kulit, dan daun pohon mahoni yang ramah lingkungan.

Selain itu, proses yang panjang juga membuat kain batik tulis dibanderol dengan harga tinggi. Satu warna pada selembar kain batik membutuhkan hingga tujuh hingga 15 kali pencelupan. Itu sebabnya satu kain batik tulis baru selesai dalam waktu 25 hari.

Batik tulis Lasem adalah satu dari sekitar 150 pelaku UMKM dari 64 kabupaten/kota di Indonesia yang turut meramaikan paviliun Indonesia pada pertemuan IMF-World Bank/WB 2018 di Nusa Dua, Bali. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration