Minggu, 16 Desember 2018
Wisata

Konser Musik Jalanan, Hibur Pengunjung Alun-Alun Batu

Konser Musik Jalanan, Hibur Pengunjung Alun-Alun Batu Kasi Pengembangan Usaha, Ekspor Impor, Diskopumdag, Inol Ertadiansah, ikut menyanyi menghibur pengunjung PKL Alun-Alun Batu saat pembukaan Konser Musik Jalanan yang diselenggarakan setiap hari. (Foto: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
Jum'at, 12 Oktober 2018 - 08:36

TIMESINDONESIA, BATU – Pengunjung wisata PKL Alun-Alun Batu kini semakin terhibur. Ada Konser Musik Jalanan yang akan menghibur setiap pengunjung yang datang ke tempat ini.

Konser Musik Jalanan ini mulai ada untuk wisatawan sejak hari Kamis (12/10/2018) malam. Jangan keburu pindah dari tempat ini, karena Konser Musik Jalanan ini tidak hanya memainkan satu musik jenis tertentu saja.

Namun hampir semua jenis lagu dimainkan di sini mulai dari Keroncong, country, dangdut hingga lagu pop.

Seperti Kamis malam sejumlah lagu dimainkan oleh pengamen jalanan ini, mulai dari lagu Armand Maulana yang berjudul Hanya Engkau, lagunya Wali Band yang berjudul Yang, hingga lagu Bengawan Solo dan Cublak Cublak Suweng dinyanyikan disini.

Konser Musik jalanan ini ada setelah Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopumdag) Pemkot Batu memfasilitasi untuk pemberdayaan pengamen jalanan dan menambah fasilitas di Food Court Alun-Alun Batu.

“Pemusik jalanan kita fasilitasi tempat bermusik di area Food Court Alun-Alun Batu, tujuannya untuk memanjakan wisatawan sekaligus pemberdayaan pengamen,” kata Kasi Pengembangan Usaha, Ekspor Impor, Diskopumdag, Inol Ertadiansah.

Di Food Court yang letaknya berada di depan GOR Ganesha ini terdapat beberapa PKL yang berjualan. Selama ini daya tariknya lebih pada jajanan yang dijual. Keberadaan Konser Musik Jalanan ini semakin menjadi daya tarik wisata ditempat ini.

“Pengamen cukup di panggung yang sudah kami sediakan, tidak perlu keliling sehingga penikmat kuliner lebih merasa nyaman,” kata Inol.

Konser Musik Jalanan ini bisa dinikmati para penikmat kuliner setiap hari mulai pukul 17.00 hingga pukul 24.00.

“Untuk pembukaan malam ini sementara satu grup musik, selanjutnya akan diatur secara bergilir,” ujarnya.

Bagaimana antusias pengunjung? Mereka tidak hanya rekues lagu, namun banyak yang ikut menyanyi dan memberikan saweran.

Pemkot Batu memang tidak menyediakan insentif untuk mereka, karena para pengamen jalanan ini langsung mendapatkan penghasilan dari para pengunjung. (*)

Jurnalis : Muhammad Dhani Rahman
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Batu

Komentar

Registration