Selasa, 23 Oktober 2018
Wisata

Pasar Bunga Kota Madiun Tak Lekang Dimakan Zaman, Begini Suasananya

Pasar Bunga Kota Madiun Tak Lekang Dimakan Zaman, Begini Suasananya Penjual tanaman hias berderet di Jalan Larasati Kota Madiun. (FOTO: Pamula Yohar C/TIMES Indonesia)
Jum'at, 12 Oktober 2018 - 07:27

TIMESINDONESIA, MADIUN – Banyak tempat legendaris di Kota Madiun. Salah satunya adalah Pasar Bunga Kota Madiun. Meskipun sudah puluhan tahun, keberadaannya belum termakan zaman. 

Para pecinta tanaman hias, pasti langsung menuju kawasan Stadion Wilis untuk berburu kesenangannya. Di bagian belakang stadion,  tepatnya di Jalan Larasati Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo berderet penjual aneka tanaman hias dan kelengkapan berkebun. 

Ada sekitar 35 penjual yang bertahan di lokasi itu. Salah seorang di antaranya adalah Susanti. Sudah 14 tahun lamanya perempuan paro baya itu menggantungkan hidupnya dengan berjualan tanaman hias. Pasang surut omset sudah pernah dia alami.

"Kalau Sabtu Minggu biasanya ramai pembeli. Kalau hari biasa bisa seharian nggak ada pemasukan," ungkapnya. 

Bersama pedagang lainnya, Susanti mencoba mengikuti selera pasar. Ada saatnya jenis tanaman hias tertentu mendadak ngetren dan banyak dicari orang.

"Sekarang ini tanaman puring, bibit brokoli dan tanaman obat yang banyak dicari. Jadi stok saya usahakan selalu ada," tuturnya.

Seiring perkembangan kota, sempat ada wacana pasar bunga akan direlokasi. Para penjual tidak merasa keberatan. Mengingat lokasi saat ini berada di jalan sempit sehingga kurang leluasa  mendisplay tanaman.

"Kalau memang mau dipindah ya harapannya di pinggir jalan raya dan tempatnya cukup luas," kata Susanti.

Agar penghasilannya terdongkrak, penjual tanaman hias berharap program 1000 tanaman segera dicanangkan oleh pemerintah.

Pastinya, akan banyak yang berburu tanaman ke pasar bunga. Mereka juga berangan-angan, Pasar Bunga Kota Madiun bisa digarap menjadi salah satu destinasi wisata. (*)

Jurnalis : Pamula Yohar C
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Madiun

Komentar

Registration