Rabu, 19 Desember 2018
Politik

Jubir Prabowo-Sandi Apresiasi Pengakuan Jokowi Soal Daya Beli Masyarakat sedang Sulit

Jubir Prabowo-Sandi Apresiasi Pengakuan Jokowi Soal Daya Beli Masyarakat sedang Sulit Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasonional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak. (FOTO: Dok. TIMES Indonesi)
Kamis, 11 Oktober 2018 - 20:11

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Salah satu pertimbangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, Rabu 10 Oktober kemarin lantaran daya beli masyarakat sedang sulit.  

Menanggapi hal itu, Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasonional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi landasan pemerintah menunda kenaikan BBM jenis premium tersebut.

"Saya apresiasi presiden mengakui ada masalah dengan daya beli masyarat Indonesia dan selama pemerintahan beliau daya beli masyarakat tidak mengalami perbaikan," kata Dahnil melalui keterangan pesan tertulis kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Jakarta, Kamis (11/10/2018).

"Jangan sampai rakyat yang sudah sulit (ini malah) semakin sulit dengan kenaikan BBM tersebut, meski hanya berselang 1 jam dari instruksi beliau kepada Menteri ESDM untuk mengumumkan kenaikan tersebut," tambah dia.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah ini berharap, di sisa waktu kepemiminannya ini, Jokowi tidak membuat kebijakan yang menyengsarakan masyarakat khususnya kalangan kurang mampu. Menurutnya, bukan kali ini saja Jokowi kurang koordinasi dengan para menterinya dalam menentukan kebijakan.

"Saya berharap Pak Jokowi sebagai presiden di waktu yang tersisa, tidak mengulangi terus menerus kepemimpinan yang miskin perencanaan dan koordinasi seperti yang beliau tunjukkan selama ini," ujarnya.

Masih kata Dahnil, apa yang diperlihatkan Jokowi berimbas ke para pembantunya dan menunjukkan buruknya koordinasi antara pimpinan dan lembaga di bawahnya.

"Dan dampaknya mempermalukan pemerintahan dan mengorbankan anak buah tanpa ada kata maaf sama sekali," sindir Dahnil. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration