Minggu, 16 Desember 2018
Politik

Jokowi Diminta Tak Terus Ulangi Kepemimpinan Miskin Perencanaan dan Koordinasi

Jokowi Diminta Tak Terus Ulangi Kepemimpinan Miskin Perencanaan dan Koordinasi Dahnil Anzar Simanjutak (FOTO: Dok. TIMES Indonesia)
Kamis, 11 Oktober 2018 - 15:38

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasonional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengapresiasi landasan pemerintah menunda kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium, Rabu 10 Oktober kemarin. 

Presiden Joko Widodo pada Rabu, 10 Oktober kemarin sendiri menunda kenaikan BBM tersebut lantaran daya beli masyarakat.  

"Pertama, saya apresiasi presiden mengakui ada masalah dengan daya beli masyarat Indonesia dan selama pemerintahan beliau daya beli masyarakat tidak mengalami perbaikan. Jangan sampai rakyat yang sudah sulit semakin sulit dengan kenaikan BBM tersebut, meski hanya berselang 1 jam dari instruksi beliau kepada Menteri ESDM untuk mengumumkan kenaikan tersebut," kata Dahnil melalui keterangan kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Kamis (11/10/2018).

Dahnil mengatakan, di sisa waktu kepemiminannya ini, Jokowi semestinya tak membuat kebijakan yang menyengsarakan masyarakat khususnya kalangan kurang mampu. Menurutnya, bukan kali ini saja Jokowi kurang koordinasi dengan para menterinya dalam menentukan kebijakan.

"Saya berharap Pak Jokowi sebagai presiden di waktu yang tersisa, tidak mengulangi terus menerus kepemimpinan yang miskin perencanaan dan koordinasi seperti yang beliau tunjukkan selama ini," ujarnya.

Dahnil melanjutkan, apa yang diperlihatkan Jokowi berimbas ke para pembantunya dan menunjukkan buruknya koordinasi antara pimpinan dan lembaga di bawahnya.

"Dan dampaknya mempermalukan pemerintahan dan mengorbankan anak buah tanpa ada kata maaf sama sekali," tegas Dahnil. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration