Selasa, 23 Oktober 2018
Kuliner

Gurihnya Bawang Egois, Hasil Olahan PKW Watuwungkuk Probolinggo

Gurihnya Bawang Egois, Hasil Olahan PKW Watuwungkuk Probolinggo Olahan bawang egois, camilan berbahan dasar bawang merah asal Desa Watuwungkuk, Kabupaten Probolinggo. (FOTO: Happy L. Tuansyah/TIMES Indonesia)
Rabu, 10 Oktober 2018 - 09:14

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, kaya dengan aneka kudapan. Mulai dari makanan ringan atau pun makanan utama. Kali ini, ada yang namanya bawang egois, hasil olahan tangan terampil Petani Kelompok Wanita Watuwungkuk.

Bawang Egois itu, merupakan olahan bawang goreng dengan level pedas tertentu. Penciptanya adalah petani kelompok wanita (PKW) Desa Watuwungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Idenya, berasal dari melimpahnya komoditi bawang merah. Terutama ketika masa panen raya dan menyebabkan harga bawang terjun bebas.

Dari pada membusuk, bawang tersebut kemudian diolah. Tujuannya tak lain untuk menambah nilai ekonomis pada komoditi tersebut.

Bawang-Egois-2.jpg

Akhirnya, PKW setempat menemukan cara untuk bisa memasarkannya. Dengan nilai yang lebih tinggi. Dengan cara menggorengnya, serta menambahkan perasa pedas. Olahan itu kemudian diberi label bawang goreng Armos.

Untuk membedakan tingkat kepedasan, diberikan nama-nama unik. Meliputi suka, sayang dan egois. Suka untuk tingkat pedas biasa, sayang untuk tingkat pedas sedang dan egois untuk tingkat pedas paling tinggi.

“Sengaja kami pilih sebutan semacam itu untuk menarik minat pembeli muda dan milenial,” kata manager PKW Watuwungkuk, Nur Holimah, Rabu (10/10/2018).

Produk olahan rumah tangga itupun langsung dipasarkan. Ternyata respon masyarakat sangat positif. Sebulan bisa laku sekitar 50 paket pengiriman. Pembelinya rata-rata pemilik gerai kuliner. Sementara setiap hari, dibutuhkan bahan baku bawang merah sebanyak 6 hingga 8 kilogram bawang. Menghasilkan sekitar 60 hingga 80 bungkus.

Bawang goreng Armos rasa suka, sayang dan egois ini pun sukses mencuri perhatian publik. Citarasanya yang gurih dan sedap, sangat cocok sebagai pendamping makan nasi atau sebagai tambahan olahan makanan lainnya. Hingga saat ini, PKW Watuwungkuk masih terus melakukan ekspansi penjualan bawang goreng rasa-rasa tersebut. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration