Selasa, 23 Oktober 2018
Peristiwa - Daerah

Pencari Harta Karun di Bojonegoro Temukan Mortir dan Peluru Aktif

Pencari Harta Karun di Bojonegoro Temukan Mortir dan Peluru Aktif Mortir yang berhasil ditemukan para pencari harta karun di bawah Jembatan Kaliketek, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, Selasa, (9/10/2018). (FOTO: Ali Shodiqin/TIMES Indonesia)
Selasa, 09 Oktober 2018 - 20:36

TIMESINDONESIA, BOJONEGORO – Sejumlah warga pencari harta karun di Sungai Bengawan Solo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menemukan sebuah mortir dan puluhan peluru aktif.

Mortir dalam kondisi aktif tersebut diduga peninggalan zaman penjajahan Belanda. Sebab, Bengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa disinyalir sebagai jalur transportasi di masa penjajahan.

"Menurut warga sekitar, mortir dan peluru aktif itu kemungkinan peninggalan masa penjajahan yang tidak sempat meledak. Sebab posisi jatuh miring atau jatuh di pasir dasar sungai yang gembur," kata Wiji (47), satu di antara 25 orang yang ikut warga Tuban yang mencari harta karun, Selasa (9/10/2018).

Mortir-Peluru-Aktif-a.jpg

Wiji mengaku, menemukan puluhan butir peluru aktif dan satu mortir yang kemudian diangkat itu, di bawah Jembatan Kaliketek, Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Bojonegoro, pada Senin (8/10/2018) kemarin. “Sudah kami serahkan ke pihak berwajib," ujar Wiji.

Menurutnya, lokasi di bawah Jembatan Kaliketek yang dijadikan pencarian harta karun tersebut, merupakan tempat medan perang di masa penjajahan. Lebih menguatkan lagi dari lokasi itu juga masih terdapat dua buah benteng penjagaan di tepi bengawan yang saat ini masih terlihat kokoh berdiri. “Sering nemukan amunisi tinggalan masa penjajahan,” ucapnya.

Total selama musim kemarau ini, sejumlah amunisi aktif sudah berhasil ditemukan di antaranya satu granat nanas, enam mortir dan tiga peluru aktif serta pusaka berupa keris dan tombak yang diduga peninggalan dari pasukan kerajaan yang gugur di medan perang.

Mortir-Peluru-Aktif-c.jpg

Untuk diketahui, di musim kemarau seperti saat ini, Sungai Bengawan Solo dimanfaatkan warga sebagai tempat pencari rezeki dengan menambang pasir, juga dimanfaatkan sekelompok warga dari berbagai daerah untuk mencari harta karun.

Setiap hari, mereka berkumpul di bawah Jembatan Kaliketek di Sungai Bengawan Solo, Bojonegoro yang merupakan titik lokasi pencarian harta karun. Berbagai macam barang seperti uang logam dan potongan-potongan perhiasan ditemukan dari dasar sungai setelah pasir di dulang menggunakan alat pendulang emas. Termasuk mortir dan puluhan peluru aktif yang baru mereka temukan. "Mencari emas dan barang kuno nantinya kita jual ke pengepul," katanya. (*)

Jurnalis : Ali Shodiqin
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Bojonegoro

Komentar

Registration