Jum'at, 19 Oktober 2018
Pendidikan

J-Roid, Jaket Anti Hipotermia dan Hipertermia Mahasiswa UB

J-Roid, Jaket Anti Hipotermia dan Hipertermia Mahasiswa UB Mahasiswa UB melakukan pengecekan jaket J-Roid. (FOTO: Imadudin Muhammad/TIMES Indonesia)
Kamis, 04 Oktober 2018 - 14:03

TIMESINDONESIA, MALANG – Tim mahasiswa gabungan Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB) menciptakan inovasi teknologi dibidang kesehatan yakni berupa jaket yang berfungsi untuk menyeimbangkan suhu tubuh, J-ROID.

J-ROID merupakan singkatan dari Android Jacket for Hypothermia & Hyperthermia. Karya ini berhasil memperoleh penghargaan berupa medali emas pada The 10th International Exhibition of Inventions (IEI) & The 3rd World Invention and Innovation Forum (WIIF) 2018 di kota Foshan, China pada tanggal 13 hingga 15 September 2018.

Tidak hanya medali emas, pada kompetisi yang diikuti oleh 253 tim dari 49 negara ini mahasiswa UB memperoleh penghargaan tambahan yakni penghargaan khusus dari Thailand sebagai inovasi terbaik.

"Kami mengambil latar belakang kasus tentang hipotermia dan hipertermia yang sering terjadi di lingkungan geografis tanah air terdapat beberapa daerah yang memiliki suhu ekstrem. Jaket ini berfungsi untuk mengantisipasi hal tersebut,” kata Ketua tim J-ROID, Firmansyah Putra Satria, dari Fakultas Teknik Elektro FT UB, Kamis (4/10/2018).

Selain Firmansyah, tim pengembangan jaket ini ialah, Ahmad Fathan Halim (Teknik Elektro 2015), Annisa Istighfari Hernanda R (Fakultas Kedokteran 2015) dan Yurike Putri (Fakultas Kedokteran 2015) dengan dosen pembimbing Eka Maulana.

Firmansyah mengatakan jaket ini juga diharapkan mampu mengantisipasi kematian yang disebabkan heart relates illness dan execrssive natural cold. Yaitu kondisi yang berhubungan dengan adanya mekanis kontrol tubuh yang tidak dapat menyeimbangkan suhu tubuh terhadap perubahan lingkungan dan aktivitas sekitar. 

Jaket ini berfungsi untuk menjaga suhu tubuh agar tidak mengalami hipertermia atau hipotermia.  Penggunaan J-Roid ini cukup mudah dan dapat dikendalikan dengan aplikasi dari smartphone. 

"Sensor suhu dan detak jantung yang telah ditanamkan di jaket ini akan secara otomatis mendeteksi kondisi tubuh. Untuk mengaktifkannya, kami menggunakan energi dari power bank," jelasnya.

Meski telah menorehkan prestasi, jaket ini masih akan terus dikembangkan lebih baik lagi oleh Tim mahasiswa gabungan Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya (UB). Salah satu pengembangan yang akan dilakukan adalah mendesain ulang J-Roid agar lebih nyaman dipakai. (*)

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration