Peristiwa - Nasional

Mendagri: Wayang Kulit Bisa Jadi Sarana Menyebarluaskan Kinerja Pemerintah

Mendagri: Wayang Kulit Bisa Jadi Sarana Menyebarluaskan Kinerja Pemerintah Mendagri, Tjahjo Kumolo. (FOTO: Kemendagri for TIMES Indonesia)
Jum'at, 28 September 2018 - 21:55

TIMESINDONESIA, JAKARTAMendagri, Tjahjo Kumolo menyebut, wayang kulit merupakan salah satu sarana menyebarluaskan kebijakan dan keberhasilan kinerja pemerintah, khusunya di sektor pembangunan perbatasan negara.

Tjahjo mengatakan itu, saat menghadiri acara pagelaran wayang kulit yang mengusung lakon 'Kikis Tunggurongo' di Kantor Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (28/9/2018).

"Sangat diapresiasi bentuk menyebarluaskan hasil pengelolaan batas negara dan pembangunan kawasan perbatasan, melalui jalur budaya wayang kulit," ujar Tjahjo.

Mengutip pepatah Jawa 'sedumuk bathuk senyari bumi, ditoh pati', yang berarti, namanya istri, harus dibela jika di ganggu orang lain, dan sejengkal tanah milik kita harus dipertahankan mati-matian, menurutnya adalah ungkapan yang pas untuk menumbuhkan rasa nasionalisme dalam mempertahankan wilayah negara.

"Pada era sekarang ini usaha untuk mempertahankan wilayah negara tidak lagi menggunakan pendekatan keamanan, namun lebih kepada pembangunan wilayah perbatasan negara," tegasnya.

Kata dia, wayang kulit yang dibawakan Dalang Ki Bayu Aji Pamungkas tersebut, memiliki makna nasionalisme yang sungguh luar biasa. Mengajarkan masyarakat dari berbagai generasi agar lebih mencintai bangsa dan negara. 

Bahkan, lanjut Mendagri, Tjahjo Kumolo, lakon 'Kikis Tunggurongo' dalam perwayangan kali ini juga mengajarkan generasi muda untuk menghargai para pahlawan yang telah berjuang mempertahankan setiap jengkal wilayah negara Indonesia. (*)


Jurnalis : Hasbullah
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Loading...
Registration