Selasa, 23 Oktober 2018
Pendidikan

Manfaatkan Kotoran Jadi Listrik, Mahasiswa UB Raih Penghargaan di China

Manfaatkan Kotoran Jadi Listrik, Mahasiswa UB Raih Penghargaan di China Alat temuan mahasiwa UB mampu merubah kotoran menjadi listrik. (FOTO: Humas UB)
Kamis, 27 September 2018 - 12:42

TIMESINDONESIA, MALANGMahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil mengembangkan alat Microbial Fuel Cell yang berfungsi untuk mengubah kotoran menjadi listrik.

Penelitian yang dikembangkan dalam judul Digital Fuel Cell from Human Waste (DELETE ): An Alternative Way to Solve Electrical Energy Crisis by Using IOT/Internet of Things to Implement The SDGs 2030 ini, berhasil meraih penghargaan pada kompetisi 10th International Exhibition of Inventions and 3rd World Innovation and International Invention Forum 2018 yang diselenggarakan di Foshan, Guangzhou, China.

Ada tiga penghargaan sekaligus yang didapat, yaitu Silver Medal serta International Invention Award dari Malaysian Association of Research Scientists (MARS) dan Young Innovator Award dari Citizen Innovation Singapore, dalam kegiatan yang berlangsung selama 13 hingga 15 September 2018.

Ketua Tim Penelitian, Naila El’ Arisie mengatakan bahwa penelitian yang dilakukan oleh tim memakan waktu 3 bulan ini, terinspirasi dari penelitian yang sudah dilakukan luar negeri.

Atas dasar itu, tim berinisiatif untuk mengaplikasikan dan membuktikan secara langsung. Karena di Indonesia, belum pernah ada yang mengaplikasikan.

"Awalnya kami ingin membuktikan, betul bisa atau tidak, lalu dicoba juga diintegrasikan dengan aplikasi perangkat lunak,” kata mahasiswa dari Jurusan Teknik Industri itu.

Selain Naila, penelitian melibatkan Muhammad Khuzain dari Fakultas Teknik, I Wayan Angga Jayadiyuda dari Fakultas Teknik, Muhammad Syarifuddin dari Fakultas Ilmu Komputer, Firdausi dari Fakultas Pertanian, Rina Ervina dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Tubagus Syailendra W dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, dan Hendra Surawijaya dari Fakultas Kedokteran Hewan, serta dosen pembimbing Eka Maulana MT.

Naila menjelaskan untuk mengolah kotoran menjadi listrik, ia menggunakan alat berbentuk semacam chamber dari akrilik yang memakai bantuan PEM (Proton Exchange Membrane). Kotoran berfungsi sebagai substrat untuk membangkitkan listrik karena kandungan bakteri elektroaktifnya.

“Untuk prototype kami menggunakan kotoran sapi terlebih dahulu. Sedangkan aplikasi perangkat lunak yang dibuat berfungsi untuk mengontrol suhu, kelembapan, tegangan, serta arus yang dihasilkan,” jelas Naila.

Hasil pengukuran alat didapatkan setiap chambernya bisa menghasilkan 1 volt. Karena e chamber, alat tersebut dapat menghasilkan 3 volt dan bisa dinaikkan menjadi 22 volt menggunakan boost converter.

“Jadi jika ingin diaplikasikan untuk peralatan rumah tangga, tinggal diperbanyak jumlah chambernya. Ke depannya diharapkan bisa digunakan pada daerah-daerah terpencil yang belum teraliri listrik,” terangnya.

Dalam kompetisi 10th International Exhibition of Inventions and 3rd World Innovation and International Invention Forum 2018 ini, mahasiswa UB bersaing dengan 253 tim dari 49 negara. (*)

Jurnalis : Imadudin Muhammad
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration