Rabu, 19 September 2018
Wisata

Pasca Gempa Lombok, Menpar RI: Kunjungan Wisatawan Alami Penurunan

Pasca Gempa Lombok, Menpar RI: Kunjungan Wisatawan Alami Penurunan Kawasan Pantai Kuta Mandalika merupakan salah satu destinasi wisata andalan yang ada di Pulau Lombok. (FOTO: Anugrah Dany/TIMES Indonesia)
Minggu, 16 September 2018 - 22:51

TIMESINDONESIA, LOMBOK UTARA – Menteri Pariwisata RI (Menpar RIArief Yahya menyebut, dampak bencana gempa yang melanda Lombok dan Sumbawa di Nusa Tenggara Barat (NTB) berdampak cukup signifikan pada sektor kunjungan wisatawan. 

Ia menyatakan, terjadi penurunan kunjungan wisatawan pada periode Juli hingga September terjadi di Lombok, yang didata dari tiga pintu masuk wisman melalui Bandara International Lombok, Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali, dan bandara-bandara lain di Indonesia.

"Ada potensi pariwisata nasional kehilangan wisatawan. Mungkin tidak besar di Lombok tetapi dirasakan di Bali. Dampak terbesar itu setelah gempa 5 Agustus 2018, terjadi cancel kunjungan," kata Arief Yahya, saat menghadiri Rapat Koordinasi Percepatan dan Normalisasi Pariwisata Pasca Gempa Lombok, di Gili Trawangan, Lombok Utara, Minggu (16/9/2018).

Arief memaparkan, dalam kondisi normal rata-rata wisatawan mancanegara (wisman) yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok sekira 430 wisman per hari atau sekitae 13 ribu wisman per bulan. "Pasca gempa jumlah kunjungan wisman merosot menjadi hanya 100 wisman per hari atau 3 ribu wisman per bulan, sehingga terjadi penurunan sebanyak 10 ribu wisman," ucapnya.

Arief menyebutkan, potensi kehilangan wisman dalam kurun waktu 1 bulan (6 Agustus - 6 September 2018) sekitar 100 ribu wisman dengan dampak ekonomi sebesar 100 juta dolar AS dengan asumsi satu wisman mengeluarkan 1.000 dolar AS per kunjungan. "Kerugian terbesar adalah rusaknya terumbu karang (di Gili) dan jalur pendakian Rinjani," ucapnya.

Namun begitu, dia optimis sektor pariwisata Lombok akan kembali pulih. Ia menyampaikan, sejumlah upaya akan dilakukan Kemenpar, termasuk dengan pemetaan empat klaster yakni klaster tiga Gili, klaster Senggigi, klaster Mataram, dan klaster Sembalun, Senaru, yang menjadi pintu utama jalur pendakian. "Proses pemulihan di klaster tersebut meliputi pembersihan puing, trauma healing, fogging, penilaian kelaikan bangunan hotel, dan perbaikan jalur pendakian di Gunung Rinjani," paparnya.  

Arief mengaku akan bersurat ke Menteri Perhubungan agar dilakukan penyediaan fasilitas pelabuhan Teluk Nara, dan dermaga lain.

Dia juga mendorong sejumlah meeting, incentive, Convention, and Exhibition (MICE) digelar di Lombok untuk memulihkan lagi tingkat kunjungan wisatawan pasca gempa Lombok. "Target pemulihan paling lama tiga bulan. Kami bersyukur telah dilakukan branding Sail Moyo Tambora kemarin untuk recovery yang bagus. Ini salah satu upaya untuk kembali menarik kunjungan wisatawan ke Lombok pasca gempa," kata Menpar RIArief Yahya menutup pembicaraan. (*)

Jurnalis : Anugrah Dany Septono
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Registration