Kamis, 15 November 2018
Pendidikan

Beasiswa Sampah Bawa Fahri Purnama Wakili Banda Aceh di Ajang Pemuda Inspiratif 2018

Beasiswa Sampah Bawa Fahri Purnama Wakili Banda Aceh di Ajang Pemuda Inspiratif 2018 (FOTO: Kemenpora for TIMES Indonesia)
Minggu, 16 September 2018 - 20:30

TIMESINDONESIA, BANDA ACEH – Hari ini, Minggu 16 September 2018, kegiatan Pemuda Inspiratif di Banda Aceh dan Bukittinggi memasuki hari penutupan. Kegiatan yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga ini, disambut meriah di dua kota beda provinsi tersebut. 

Di Banda Aceh, Pemuda Inspiratif dipusatkan di Lapangan Blang Padang. Sejak pagi, kegiatan ini sudah ramai disambut pengunjung. Acara dimulai dari pukul 7 pagi. Ribuan masyarakat antuasias mengikuti kegiatan senam pagi yang digelar oleh panitia Pemuda Inspiratif.

Pemuda-Inspiratif-2018-3.jpg

Usai kegiatan pagi, kompetisi Pemuda Inspiratif pun berlanjut. Sebanyak tiga finalis putra dan 3 finalis putri beradu ide untuk meyakinkan juri. Ketiga putra finalis adalah Fahri Purnama dengan ide beasiswa sampah, Muhammad Zia Ulhaq dengan ide septic tank ramah lingkungan serta Afkarul Mufid dengan judul Indonesia hip-hop high school project. 

Dari finalis putri ada Indrayati Sri Maulina (E-doll), Yulia Fitria (KAACA – Kakak Aceh Membaca), dan Vania Navisa (Aplikasi Mengenal Bahasa Isyarat). Melalui presentasi yang ketat, hasilnya, Indrayati Sri Maulina dan Fahri Purnama terpilih menjadi pemenang dan berhak mewakili Banda Aceh di kompetisi nasional Pemuda Inspiratif. 

Indrayati berhasil memenangkan kompetisi di Banda Aceh berkat ide E-doll miliknya. Melihat dari banyaknya kasus kekerasan seksual di Indonesia, Indrayati kemudian mencetuskan ide untuk memberi edukasi bagi anak-anak melalui boneka. 

“E-doll ini sendiri merupakan kependekan dari education doll. Saya melihat anak-anak suka bermain dengan boneka. Maka itu, saya memanfaatkan boneka sebagai media edukasi untuk mencegah kekerasan seksual terhadap anak-anak,” ujar Indrayati.  

Sementara, Fahri Purnama menjadi pemenang putra Pemuda Inspiratif Banda Aceh. Berawal dari banyaknya anak-anak kurang mampu di sekitarnya yang sulit menempuh jenjang pendidikan, Fahri kemudian terpikir untuk membantu anak-anak tersebut dengan ide Beasiswa Sampah. 

Sesuai dengan judulnya, beasiswa sampah adalah program pemanfatan sampah kertas. Sampah tersebut kemudian diolah menjadi produk kreatif ataupun dijual kembali untuk kemudian dijadikan beasiswa bagi anak-anak kurang mampu untuk dapat membantu biaya pendidikannya.

Jurnalis : Hasbullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration