Kamis, 15 November 2018
Pendidikan

Novel Janji Hati, Ajak Pembaca Berpetualang Cinta

Novel Janji Hati, Ajak Pembaca Berpetualang Cinta Para pembaca novel Janji Hati menunjukkan kebanggaannya setelah menerima karya perdana Dosen Biologi, di Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan (Unisla) Mima Varella, Minggu, (16/9/2018). (FOTO: IST/TIMES Indonesia)
Minggu, 16 September 2018 - 16:21

TIMESINDONESIA, LAMONGAN – Membaca novel menjadi kegiatan yang cukup mengasyikan. Apalagi, novel dengan cerita-cerita ringan yang berlatar kehidupan nyata. Atau bahkan bersentuhan langsung dengan pembaca.

Ditambah lagi, pembaca novel tidak harus selalu para kutu buku lho. Membaca novel tidak mengharuskan pembacanya memeras otak untuk memahami isinya. Justru sebaliknya, selain untuk mengisi waktu luang, novel-novel dengan latar cerita ringan mampu memperluas imajinasi dan pengetahuan pembacanya.

Novel-Janji-Hati-a.jpg

Cerita novel yang memiliki dialog-dialog ringan dan terasa dekat di hati pembaca ini, dihadirkan sosok Dosen Biologi, di Fakultas Teknik, Universitas Islam Lamongan (Unisla) Mima Varella. Novel perdana Mima yang diberi judul 'Janji Hati'.

Cerita yang ditulisnya dalam novel lebih banyak mengambil latar kehidupan ketika SMA, dan juga kehidupan di pesantren, tempat sang tokoh dalam novel, menimba ilmu dan menjalani kisah cintanya saat remaja.

Novel-Janji-Hati-b.jpg

"Niat awal saya ingin berbagi. Novel ini terinspirasi dari kisah nyata perjalanan cinta selama 14 tahun," tutur Mima, Minggu, (15/9/2018).

Lekatnya kisah percintaan, mulai dari jatuh cinta dan memperjuangkan cintanya, karena diakui Mima, di dalam novel karyanya ini, terdapat berbagai konflik yang dapat membuat hati si pembaca merasa teriris alias sad ending.

‘Janji Hati’ yang merupakan debut perempuan kelahiran 1982 tersebut, memang sengaja tidak menempatkan happy ending. Apa sebab, karena mengisahkan perjalanan yang begitu panjang, sehingga novel ini akan dibagi menjadi 4 seri.

"Sebenarnya ini kan tetralogi, rencananya ada 4 buku, dan baru buku pertama yang sudah terbit," ucap Mima.

Novel-Janji-Hati-c.jpg

Di seri pertama yang menceritakan masa remaja sang tokoh, yang baru mengenal cinta, dengan berujung sad ending ini. Pada awal diterbitkannya, Mima mengaku sempat gundah gulana, karena kekhawatiran karyanya kurang diminati pembaca.

"Awalnya saya khawatir tulisan saya ini tidak bisa diterima masyarakat,” kata Mima.

Namun, nyatanya, ‘Janji Hati’ banyak mendapatkan apresiasi dari pembacanya. ‘Janji Hati’ bahkan mengalami euforia yang hebat. Banyak pembaca yang mengaku senang dengan novel yang menjadi debut dari dosen yang senang menulis diary ini.

“Ternyata dari beberapa testimoni senang, katanya ceritanya bagus, dan akhirnya saya mulai tenang. Bapak Rektor Unisla (Bambang Eko Muljono), dan Direktur Rummi Intitut (Muhammad Nur Jabir) kemarin waktu ngupload, beliaunya tanya, dan akhirnya pesan. Saya sebenarnya ragu dibaca atau tidak, ternyata dibaca dan diberi komentar, suka,” ujar Mima.

Bahkan, dari 100 novel ‘Janji Hati’ yang diterbitkan, kini hanya tinggal 8 buku yang tersisa. "Sejauh ini masih saya jual sendiri online, dari 100 buku saat ini sisa 8, itu dalam waktu 1 bulan," katanya.

Melihat respon masyarakat yang cukup positif, Mima semakin termotivasi untuk menuliskan seri-seri selanjutnya. “Silahkan nanti dibaca cerita kelanjutannya. Yang kedia lebih ke penataan hati, dan pendekatan diri ke Tuhan, yang ketiga lebih ke pengharapan, dan keempat menyajikan ketegangan,” ucapnya.

Lebih jauh, Mima menjelaskan, Direktur Rummi Institute Muhammad Nur Jabir akan memberikan kata pengantar di seri novel yang kedua. “Saya sudah menghubungi Direktur Rummi Intitut. Saya minta pengantar untuk buku kedua, beliau dengan senang hati mau, saya menunggu itu, untuk diberi pengantar novel yang kedua,” katanya menambahkan. (*)

Jurnalis : MFA Rohmatillah
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Lamongan

Komentar

Registration