Kamis, 15 November 2018
Peristiwa - Nasional Sinau Bareng Cak Nun

Bersama Cak Nun, Cinta sebagai Panglima akan Hadir di Dau Malang

Bersama Cak Nun, Cinta sebagai Panglima akan Hadir di Dau Malang (Grafis: TIMES Indonesia)
Minggu, 16 September 2018 - 15:28

TIMESINDONESIA, MALANG – Emha Ainun Najib atau yang karib disapa Cak Nun, akan hadir di Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Ia akan mengulas Cinta sebagai Panglima dalam hidup dan kehidupan saat ini.

Acara yang dikemas dengan Sinau Bareng Cak Nun itu, akan digelar 27 September 2018, di Jalan Raya Jetak, Dau, Kabupaten Malang.

caknun.jpg

Acara tersebut diselenggarakan oleh Forum Pemuda Ora Terhormat Blas (FPOTB), sebagai wadah dari kaum muda yang ada di Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

Menurut Abdul Kadir, yang populer disapa Adeng, selaku Penasehat dan Deklarator FPOTB, Sinau Bareng Cak Nun digelar berangkat dari fenomena yang ada dalam kehidupan berbangsa akhir-akhir ini, dimana pola interaksi masyarakat yang dibangun, juga pendidikan politik yang tersaji, terlihat sangat prakmatis.

"Dimana Masyarakat lebih dipertontonkan pada sengketa elitis yang pragmatis. Hal ini kemudian melahirkan keprihatinan anak-anak muda yang tergabung dalam FPOTB. Sehingga munculah gagasan kegiatan Sinau Bareng Cak Nun dn Kiai Kanjeng," jelas Adeng, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Minggu (16/9/2018).

Selain itu, terlihat jwlas ada orientasi politik jangka pendek yang terkesan menghalalkan segala cara. "Ini menjadi momok tersendiri, yang pada akhirnya mengkotak-kotakkan masyarakat," terangnya.

Kegiatan Sinau Bareng Cak Nun ini katanya, tergerak dari anak-anak muda yang sering berkumpul dan membahas fenomena sosial yang ada di Indonesia.

"Mereka mengambil keputusan bahwa ketika hari ini, masih menggapai hukum sebagai panglima, maka hal ini kami nilai sngat lamban untuk merajut Ukhuwah  yang sudah terkoyak. Untuk itu, kemudian obrolan kita tidak lagi berkutat pada nafas hukum sebagai panglima tapi bagaimana kemudian cinta bisa dijadikan sebagai panglima," jelas Adeng.

Sebab tambah Adeng, ketika cinta sudah didengungkan, ketika cinta sudah ditegakkan, maka yang muncul kemudian adalah persaudaraan  dan toletansi. 

"Dimana kepentingan pribadi dan orientasi jangka pendek pada setiap individu sudah tidak mendominasi dalam  berperilaku setiap manusia," kata mantan aktivis sosial itu.

Sosok Emha Ainun Najib nilai Adeng, dalam kondisi bangsa seperti ini,pihaknya menganggap sosok Cak Nun adalah perekat dari struktur elemen bangsa yang saat ini telah mulai terpecah belah oleh kepentingan kaum elitis atau oknum politisi.

Acara Sinau Bareng Cak Nun bertama Merawar Indonesia, Cinta sebagai Panglima yang digelar FPOTB juga bekerjasama dengan Polres Malang, Kodim 0818 Kabupaten Malang dan Kota Batu serta TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) sebagai media partner. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration