Selasa, 13 November 2018
Ekonomi Dari Desa untuk Indonesia

Dari Desa untuk Indonesia: BUMDes Berkah Sejahterakan Desa Barbal nan Terpencil

Dari Desa untuk Indonesia: BUMDes Berkah Sejahterakan Desa Barbal nan Terpencil Usaha warga melalui BUMDes Berkah Desa Balbar, di Desa Balbar, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. (FOTO: kemendes pdtt for TIMES Indonesia)
Jum'at, 14 September 2018 - 10:08

TIMESINDONESIA, MANADO – Spirit Dari Desa untuk Indonesia tercermin dari Maluku Utara. Tepatnya di Desa Balbar, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan. Desa ini sukses mengembangkan BUMDes (Badan Usaha Milik Desa). Naanya BUMDes Berkah Desa Balbar.

Menuju desa di kepulauan ini memang cukup sulit. Dari Pelabuhan Semut Mangga Dua Ternate menuju Pelabuhan Sofifi di Tidore Kepulauan dengan menggunakan speedboat. Perjalanan dilanjutkan dengan bentor. Sekitar 60 menit dari pelabuhan, Desa Balbar sudah terlihat. 

Dilansir dari Laman Kemendes PDTT, ada pemandangan yang kurang sedap selama perjalanan. Sampah plastik begitu mudah ditemui di kota Sofifi menuju Desa Balbar. Sementara Sofifi adalah pusat kota dan pemerintahan. Meski sepi, Sofifi menjadi gerbang awal untuk masuk ke daerah lainnya. Baik di pinggir jalan maupun selokan kering, sampah berserakan tanpa ada usaha untuk membersihkan. Bukan hal yang menguntungkan.

Namun kondisi ini dilihat berbeda oleh Kepala Desa Balbar, Amir Abdulloh. Bersama Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berkah, Mohammad Imam, dirinya berinisiatif mencari cara agar sampah menjadi berkah.
“Di sini sampah plastik berhamburan. Kita sama-sama mengatasi sampah dan mengolahnya menjadi biji plastik,” ujar Amir.
Amir mengungkapkan, dirinya memulai inisiatif tersebut mulai 2015 lalu. Saat itu, sambungnya, dana desa yang diperoleh Desa Balbar digunakan untuk pelatihan dan peningkatan kapasitas pengolahan sampah. Hal tersebut merupakan upaya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

“Awal dana desa bergulir pada tahun 2015. Pada waktu itu saya fokus pada bagaimana membentuk kelompok-kelompok usaha. Kemudian tahun berikutnya bagaimana bekerjasama dengan Balai Latihan dan Kerjasama (BLK) untuk pelatihan dan peningkatan skill ibu-ibu dan pemuda. Ini dilakukan sebagai usaha untuk pemberdayaan ekonomi,” tambahnya.

Melalui musyawarah desa, pada Januari tahun 2018 lalu masyarakat sepakat membentuk BUMDes Berkah dengan suntikan modal awal sebesar Rp 290 juta. Tata kelola sampah pun kini dipegang oleh BUMDes Berkah. Direktur BUMDes Berkah, Mohammad Imam mengatakan, masyarakat meyakini dengan adanya pembentukan BUMDes maka pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi akan semakin optimal.

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : Kemendesa‎

Komentar

Registration