Wisata

Melihat Tradisi Ngarak Bantengan Suro di Songgoriti, Kota Batu

Melihat Tradisi Ngarak Bantengan Suro di Songgoriti, Kota Batu Tradisi Ngarak Bantengan Suro dilakukan oleh warga Songgoriti, Kota Batu untuk menyambut tahun baru Jawa. (FOTO: Muhammad Dhani Rahman/TIMES Indonesia)
Kamis, 13 September 2018 - 17:42

Kepala banteng ini ditata berderet di makam Mbah Pathok didekatkan ada sesaji yang menjadi suguh serta membakar dupa kemenyan.

Tradisi-Ngarak-Bantengan-Suro-3.jpg

Menurutnya Ngarak Bantengan Suroan Songgoriti yang dilaksanakan tiap tahun ini sudah menjadi tradisi menyambut kedatangan Tahun Baru Jawa alias 1 Suro.“Sekaligus ucapan syukur terhadap nikmat dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa selama setahun yang lalu dan berharap tahun mendatang mendapatkan kehidupan yang aman, damai, sejahtera,“ ujarnya.

Selain Ngarak Banteng Suro, warga Songgoriti juga melakukan serangkaian laku Suro. Kegiatan tersebut diawali dengan membaca Yassin dan Tahlil serta kirim do'a untuk bedah kerawang Desa yang dilakukan di Pesarehan Mbah Pathok.

Kemudian dilanjutkan dengan Njenang Suro (membuat Jenang Suro) bareng warga masyarakat yang diiringi dengan Nembang Mocopat oleh Paguyuban Kasepuhan, Penganut Kepercayaan dan Pegiat Budaya Mocopat.

Tradisi-Ngarak-Bantengan-Suro-5.jpg

“Hari ini kita mengawalinya dengan Barian/Selamatan Masal di Pesarehan Mbah Pathok, Candi Supo dan Sumber Air, kemudian dilanjutkan dengan Ngarak Bantengan Suro serta nanti malam hari ada Pagelaran Wayang Kulit di Balai Lingkungan Songgoriti dengan Dalang Suwito Joyo Suwondo dengan Lakon Wahyu Payung Tunggul Nogo,“ ujar Rudi sambil menegaskan bahwa rangkaian kegiatan ini diakhiri dengan Pengajian Umum di Balai Lingkungan Songgoriti usai sholat Isya. (*)

Jurnalis : Muhammad Dhani Rahman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Batu

Komentar

Loading...
Registration