Selasa, 25 September 2018
Peristiwa - Internasional

Jokowi Targetkan Perdagangan Indonesia-Vietnam Terus Naik Signifikan

Jokowi Targetkan Perdagangan Indonesia-Vietnam Terus Naik Signifikan Presiden Joko Widodo berkunjung ke Vietnam (Foto: setkab)
Rabu, 12 September 2018 - 14:16

TIMESINDONESIA, VIETNAMPresiden Joko Widodo (Jokowi) berharap neraca perdagangan Indonesia dan Vietnam akan terus naik, bahkan ia menargetkan angka 10 miliar dolar AS pada 2020 mendatang.

Hal itu dikemukakan presiden dalam pernyataan pers bersama usai bertemu dengan Presiden Vietnam Tran Dai Quang di Istana Kepresidenan Vietnam, Hanoi, Selasa (11/9/2018) waktu setempat.

"Dalam tiga tahun belakangan ini tren perdagangan kita cukup baik dan mencapai nilai 6,8 miliar dolar AS. Kita ingin nantinya pada tahun 2020 perdagangan kita bisa mencapai 10 miliar dolar AS," ujarnya.

Menurut Jokowi, Indonesia dan Vietnam sudah berkomitmen meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan. Tren yang terus meningkat beberapa waktu belakangan akan terus digali potensinya dan dikembangkan untuk kemajuan kedua negara.

Presiden menyatakan jika salah satu upaya yang hendak dilakukan adalah menghilangkan hambatan-hambatan perdagangan yang saat ini masih terjadi. "Saya tadi telah meminta perhatian Presiden Tran Dai Quang agar hambatan-hambatan perdagangan dapat dihilangkan, termasuk produk-produk otomotif Indonesia," tegasnya.

Dalam kesempatan ini, presiden Jokowi juga menyampaikan keinginan para investor Indonesia untuk mengembangkan investasinya di Vietnam. Ia juga menegaskan jika investor Indonesia merupakan salah satu investor tertua dan pertama yang ada di Vietnam.

"Oleh sebab itu, tadi saya menitipkan kepada Presiden Tran Dai Quang untuk dapat melindungi investor Indonesia dan memberikan perlakuan yang adil dan baik," sambung presiden Jokowi.

Presiden Jokowi menambahkan jika Indonesia dan Vietnam juga akan meningkatkan kerja sama di sejumlah bidang lain, termasuk pemberantasan pencurian ikan ilegal di perairan masing-masing dan mengintensifkan penyelesaian pembahasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) kedua negara. (*)

Jurnalis : Ferry Agusta Satrio
Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Dhian Mega
Sumber : Setkab

Komentar

Registration