Kamis, 15 November 2018
Tekno

Rosetta, Teknologi Terbaru dari Facebook untuk Perangi Ujaran Kebencian

Rosetta, Teknologi Terbaru dari Facebook untuk Perangi Ujaran Kebencian Rosetta/Philae. (FOTO: cnes)
Rabu, 12 September 2018 - 13:57

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Perang terhadap ujaran kebencian terus dilakukan oleh banyak pihak. Utamanya oleh media sosial, sebab media sosial banyak digunakan sebagai media untuk menyebarkan ujaran kebencian. Facebook kini punya senjata baru melawan konten ujaran kebencian alias hate speech bernama Rosetta

Rosetta merupakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mendeteksi postingan yang berbau konten negatif tersebut.

Dilansir laman Cnet, Rabu (12/9/2018) menjelaskan sistem itu akan membantu komputer membaca dan mengerti miliaran foto dan video yang diposting pada Facebook setiap harinya. Dengan Rosetta, Facebook menjamin mereka lebih lebih cepat mendeteksi ujaran kebencian.

Dengan sistem AI baru ini, Facebook akan lebih mudah mendeteksi konten yang termasuk dalam hate speech. 

Biasanya komputer menggunakan metode yang disebut dengan Optical Character Recognition atau OCR untuk mengetahui apa yang ada di gambar atau video. 

Namun dengan pengguna bulanan Facebook yang mencapai 2,2 miliar, sistem lama itu tidak bisa lagi digunakan. Karena itulah Facebook kini membangun sistem sendiri dengan skala yang lebih besar. 

Sistem AI tak hanya digunakan pada Facebook namun juga di Instagram. Rosetta bisa juga untuk meningkatkan pencarian foto dan konten di permukaan pada feed. 

AI ini akan bekerja dengan mengekstraksi teks dalam berbagai bahasa dari lebih miliaran gambar serta video secara real time. 

Diketahui, Facebook mengalami tahun yang berat soal hate speech. Platform itu dituduh membantu menyulut kekerasan yang ada di Myanmar, Sri Lanka, dan India. Bulan lalu Facebook menegaskan, akan mengambil tindakan tegas sebagai cara mereka menghentikan ujaran kebencian di Myanmar dalam disinformasi yang terjadi di dalam media sosial.

Mereka mengklaim telah menghapus 18 akun serta 52 halaman yang terkait militer Myanmar karena kekerasan etnis terhadap muslim Rohingya. Kepala Eksekutif Facebook, Mark Zuckerberg telah berulang kali mengatakan sedang mencari AI untuk membersihkan Facebook.

Langkah ini dilakukan untuk secara proaktif mendeteksi konten yang tidak menyenangkan daripada harus menunggu orang untuk menandainya.

Di Indonesia sendiri teknologi Rosetta akan menjadi angin segar untuk perangi hate speech. Seperti diketahui jelang tahun politik, media sosial baik Facebook maupun Instagram digunakan sebagai ajang kampanye sekaligus ajang menjatuhkan lawan politik melalui hate speech(*)

Jurnalis :
Editor : Dhina Chahyanti
Publisher : Rochmat Shobirin

Komentar

Registration