Peristiwa - Daerah Apresiasi Petugas Haji

Ditinggal Suami setelah Wukuf, Dyah Chairunissa Salut Petugas Haji

Ditinggal Suami setelah Wukuf, Dyah Chairunissa Salut Petugas Haji Dyah Chairunissa Setyadi bersama Surip Nardi Utama saat akan berangkat ibadah haji (FOTO: kemenag.go.id)
Selasa, 11 September 2018 - 14:46

Keberangkatan Sempat Tertunda
Kondisi gangren yang ini yang dialami Surip membuat keberangkatan haji Dyah dan Surip sempat tertunda. "Kami sebetulnya jemaah kloter JKS-30. Namun, sesaat setelah sampai di Asrama Haji Bekasi, suami saya mengeluhkan lemas. Dan akhirnya, berdasarkan rujukan dari poliklinik, suami saya dirawat di RSUD Kota Bekasi selama delapan hari," cerita Dyah yang berprofesi sebagai guru pada SMKN 3 Depok ini.

Usai penundaan, keduanya mendapatkan izin untuk diberangkatkan bersama dengan kloter JKS-54, yang diberangkatkan tanggal 25 Juli 2018. "Alhamdulillah bisa berangkat, meskipun bapak menggunakan kursi roda saat itu," kenang Dyah.

Ternyata ujian ibadah haji mereka tak berhenti di situ. "Sesampainya di sana bapak kritis kemudian dirawat di RSAS King Abdul Aziz, Makkah," tutur Dyah dengan nada sendu.

Dyah tetap bersabar mendampingi sang suami untuk melewati ujian. Ia menguatkan diri untuk mendampingi Surip agar dapat melalui prosesi ibadah haji, meskipun dengan ujian penyakit yang menyertai.

Karena kondisi sakit yang dialami, Surip terpaksa mengikuti proses wukuf dengan cara safari wukuf. "Sementara untuk lempar jumroh, saya yang membadalkan," kata Dyah.

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : Kemenag

Komentar

Loading...
Registration