Rabu, 14 November 2018
Peristiwa - Daerah Apresiasi Petugas Haji

Ditinggal Suami setelah Wukuf, Dyah Chairunissa Salut Petugas Haji

Ditinggal Suami setelah Wukuf, Dyah Chairunissa Salut Petugas Haji Dyah Chairunissa Setyadi bersama Surip Nardi Utama saat akan berangkat ibadah haji (FOTO: kemenag.go.id)
Selasa, 11 September 2018 - 14:46

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Banyak kisah yang mengiringi jemaah haji Indonesia dalam menjalankan rukun Islam kelima itu. Ada kisah sedih, gembira, sukacita, bahkan duka lara. Aneka kisah ini akan dirilis ulang TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) dari laman resmi Kemenag RI dan liputan jurnalis dalam tulisan bersambung: Sejuta Kisah Jemaah Haji Indonesia.

***

Air mata tak kuasa ditahan oleh Dyah Chairunissa Setyadi begitu pesawat Garuda yang ditumpanginya landing mulus di Bandara Internasional Soekarno Hatta 5 September 2018 lalu. Ibu 47 tahun yang tergabung dalam Debarkasi Jakarta Bekasi ini terus menyeka air matanya.

Jamaah haji lain di sebelahnya berusaha menenangkan. “Sabar bu, semua sudah takdir. Semua sudah kehendak Allah,’’ ucap seseorang di sebelahnya seraya menepuk-nepuk pundahnya.

Tak hanya di situ, sesaampai di Asrama Haji Bekasi, Jabar, Dyah tak kuasa menahan diri menghambur ke dalam pelukan Nunuk, sahabatnya.

Dyah-Chairunissa-Setyadi.jpg

Air matanya tumpah. Dyah pun erat mendekap sahabatnya yang kebetulan adalah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Jakarta Bekasi (JKS). Kepada Nunuk, tampak ia ingin melepaskan semua kisah pilunya selama di tanah suci.

Ya, bagi Dyah, perjalanan suci yang ia lakukan memang menyisakan pilu di hati. Di tanah suci, ia melepas kepergian kekasih hati, kembali ke pangkuan Ilahi. Surip Nardi Utama (56), suami yang menikahinya 26 tahun lalu, dinyatakan meninggal oleh pihak rumah sakit pada tanggal 27 Agustus 2018 pukul 03.00 waktu Arab Saudi.

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : Kemenag

Komentar

Registration