Jum'at, 19 Oktober 2018
Glutera News

Tips Jualan! Jago Jualan Tanpa Penolakan

Tips Jualan! Jago Jualan Tanpa Penolakan Ilustrasi (FOTO: Glutera)
Minggu, 09 September 2018 - 11:41

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketika mendengar kata "jualan", sebagian orang punya arti masing-masing, seperti profesi yang isinya adalah orang yang tangguh, semangat dan kuat untuk menjual produk. Mungkin ada juga yang punya arti, orang-orang yang suka mengejar prospek/ lead/ calon konsumen sampai terjadi penjualan.

Perlu Anda ingat! Apapun profesi Anda selama kita hidup akan selalu berjualan kepada siapapun, bukan profesi salesman atau marketing saja.

Contoh : 
1. Profesi pengajar, maka Anda menjual cara mengajar dan pengetahuan Anda.
2. Profesi dokter, maka Anda menjual jasa dan kemampuan untuk menyembuhkan orang.
3. Karyawan, maka Anda menjual hasil dan kontribusi diperusahaan mungkin sikap Anda diperusahaan.
4. Makelar, maka Anda menjual referensi dan pengalaman Anda serta produk yang Anda jualkan

Seperti Apa Jago Jualan Tanpa Penolakan?
Yang utama adalah membangun kepercayaan. No Trust No Sale.
Apapun profesinya, mau dokter, pengajar, karyawan makelar atau apapun sebagai Anda hari ini, bila tidak bisa dipercaya maka tidak ada harapan. Walaupun ada tapi tidak akan besar. Pentingnya jadi orang "Bisa Dipercaya".

Ada 3 cara untuk menanamkan kepercayaan orang kepada kita. Apa saja? Berikut ulasannya.

1. Referensi dan Reputasi
Ini menjadi patokan orang secara external apakah bisa dipercaya atau tidak Anda. Buatlah nilai (entah hasil kerja, pernah membantu dll) yang baik kepada pelanggan/ klien/ teman dan relasi Anda, sehingga reputasi bisa menyebar kepada banyak orang ketika mendengar nama Anda.

2. Akrab dan Mirip
Percaya timbul karena faktor keakraban inilah kenapa ada istilah "tidak enak nagih hutang karena teman" dulu karena akrab pinjam uang dikasih tanpa ada perjanjian kapan mau bayar. Akrablah dengan semua orang, semua orang bisa berprofesi yang sama dengan kita, tapi karena unsur akrab inilah bisa jadi memilih Anda (walaupun misalnya Anda agak mahal, tidak apa karena akrab akan mudah dihubungi). 

3. Kongruen dan Sungguh-Sungguh.
Setelah referensi dan reputasi secara eksternal sedang ini adalah dari internal kita. Yaitu kita memiliki sikap yang sungguh-sungguh dalam bekerja entah apapun profesi Anda, niat bulet mau menyelesaikan pekerjaan. Akan bisa dirasakan oleh orang tersebut.

Dalam menjual produk dan jasa, ketika orang percaya kemungkinan "yes, I buy" akan lebih besar. Entah Anda karyawan, pebisnis, penjual, makelar dan profesi apapun, kita perlu yang namanya meningkatkan diri belajar. Karena kita hidup bila TIDAK BELAJAR akan stuck terlebih dalam urusan hal-hal basic seperti mindset, cara berpikir, cara mengambil keputusan, membuat kebiasaan baik menuju sukses, cara berkomunikasi, mengelola emosi dalam bisnis dan kehidupan. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur

Komentar

Registration