Rabu, 21 November 2018
Opini Opini

Index Politika: Perang Pilpres adalah Perang di Sosmed

Index Politika: Perang Pilpres adalah Perang di Sosmed Direktur Index Politika Denny Charter (FOTO: Istimewa)
Minggu, 02 September 2018 - 16:54

TIMESINDONESIA, JAKARTAMARI BELAJAR dari Pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2016 yang lalu di mana hampir semua Lembaga survey mengunggulkan Hillary Clinton menjelang hari pemilihan.

Memang tidak ada yang salah dengan prediksi dari sejumlah lembaga survei tersebut jika melihat Infrastruktur jaringan yang sudah dibangun sedemikian baiknya oleh tim kampanye Clinton dan Demokrat.

Ditambah lagi dengan performance debat Hillary yang memukau seakan-akan tim kampanye Clinton benar-benar sudah menguliti kekuatan dan kelemahan masing-masing negara bagian saat itu dengan mentargetkan suara dari pemilih yang belum memutuskan di akar rumput.

Bukan hanya lembaga survei, tetapi opini media televisi dan koran juga sudah terbentuk dengan memenangkan Hillary Clinton saat itu. Bandingkan dengan kekuatan Donald Trump dan Partai Republik yang memiliki organisasi pemenangan yang kurang efektif dan sangat bergantung pada Komite Nasional Partai Republik yang sangat terbatas.

Namun siapa menyangka ternyata hasil polling dari lembaga survei nasional tidak sesuai dengan kenyataan di hari pemilihan.

Dengan dramatis Donald Trump berhasil memenangkan kontestasi mengalahkan Hillary Clinton yang diunggulkan sejak awal kompetisi berlangsung.

Terbukti bahwa polling dari lembaga survei tidak dapat dijadikan lagi sebagai sebuah barometer yang paling dipercaya saat ini. Pilpres di Amerika sudah membuktikannya dan uniknya analisis sosial media sudah memperlihatkan tanda-tanda kemenangan Donald Trump 72 jam menjelang hari pemilihan.

Jurnalis :
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : Palembang TIMES

Komentar

Registration