Rabu, 26 September 2018
Peristiwa - Daerah

Banyuwangi Disiapkan Jadi Jujugan Belajar Negara ASEAN

Banyuwangi Disiapkan Jadi Jujugan Belajar Negara ASEAN Kemendagri lakukan kunjungan ke Desa Ketapang (FOTO: Humas Pemkab Banyuwangi for TIMES Indonesia)
Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:31

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) langsung tinjau lapangan guna mendukung program Smart Kampung yang digagas oleh Pemkab Banyuwangi. Daerah diujung timur Jawa Timur itu, akan jadi jujugan belajar negara ASEAN.

Kemendagri meminta agar Banyuwangi siap untuk menjadi tujuan belajar pengembangan Smart Kampung oleh negara-negara ASEAN. Sebab kabupaten di ujung timur pulau Jawa ini telah masuk dalam ASEAN Smart City Network.

Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Drajat Wisnu Setiawan, Direktur Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kapasitas Daerah Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri. Drajat mengatakan Banyuwangi saat ini telah menjadi bagian dari kota SMART CITY Asean.

“Banyuwangi sudah masuk jaringan SMART CITY ASEAN, maka harus siap untuk dikunjungi oleh para kepala daerah negara-negara ASEAN yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang pengembangan SMART Kampung,” ujar Drajat saat berada di Banyuwangi, Selasa (14/8/2018).

Pada kesempatan tersebut, Drajat bersama tim Kemendagri mengunjungi tiga Desa Smart Kampung Banyuwangi yakni Desa Ketapang, Desa Tamansari dan Desa Banjar.

Desa Ketapang mewakili desa wilayah pesisir yang terletak di Banyuwangi bagian utara, sedangkan Desa Tamansari dan Desa Banjar berada di wilayah selatan tepatnya di lereng pegunungan Ijen.

Saat di Desa Ketapang, tim Kemendagri menyaksikan secara langsung implementasi program SMART Kampung yang mengintegrasikan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) pada sektor pendidikan, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi.

“Desa Ketapang sangat luar biasa, Smart Kampung mengimplementasikan teknologi di semua sektor, pelaksanaannya juga terintegrasi dengan program di tingkat kabupaten. Sehingga menghasilkan layanan yang mudah dan murah bagi warga,” kata Drajat.

Drajat berharap pelaksanaan Smart Kampung Banyuwangi seperti di Desa Ketapang, bisa terus berjalan dengan baik.

“Kampung-kampung di ASEAN nantinya bisa melihat secara langsung dan bisa mereplikasi apa yang ada di desa ini. Kami akan terus memantau perkembangan di sini melihat mana saja yang akan kami perkuat, mengingat program Smart Kampung ini sangat signifikan untuk pemberdayaan dan penguatan peran desa,” ujarnya.

Sebelumnya Drajat juga singgah di Mal Pelayanan Publik Banyuwangi. Drajat menyaksikan langsung pelaksanaan proses beragam perijinan yang bisa diurus di Mal tersebut.

Saat ini Mal PP melayani lebih dari 200 perizinan mulai administrasi kependudukan hingga berbagai layanan dari instansi pemerintah dan BUMN seperi Kementrian Agama, PLN, BPN, Badan POM, Kepolisian, hinga BPJS.

“Mal pelayanan publik ini inovasi pemerintah daerah yang luar biasa, di indonesia belum bayak yang membuat seperti  ini,  memudahkan bagi masyarakat, dunia usaha maupun pihak lain yang berkepantingan, mudah, murah, tanpa pungli dan calo, sangat bermanfaat,” ujarnya

Sementara itu secara terpisah Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widiatmoko menyampaikan terima kasih atas apresiasi Kemendagri terhadap Program Smart Kampung di Banyuwangi.

“Terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Kemendagri. Ini akan menjadi semangat bagi Banyuwangi untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan Smart Kampung di seluruh desa kami,’ pungkasnya. (*)

Jurnalis : Rizki Alfian
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Banyuwangi

Komentar

Registration