Rabu, 12 Desember 2018
Peristiwa - Daerah

KPN 2018 Dibuka Besok Pembina Upacaranya Belum Pasti

KPN 2018 Dibuka Besok Pembina Upacaranya Belum Pasti
Senin, 13 Agustus 2018 - 07:12

TIMESINDONESIA, MALANG – Kebesaran jiwa seorang pramuka akan ditunjukkan di desa Lebakhardjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, besok manakala Presiden Joko Widodo atau Wakil Presiden Jusuf Kalla berhalangan hadir sebagai Pembina Upacara Karang Pamitran Nasional (KPN2018 yang diikuti lebih dari 9000 peserta dari seluruh Indonesia itu.

Sebab hingga Senin (13/8/2018) belum ada kepastian siapakah diantara dua orang pucuk pimpinan negeri ini tersebut yang bisa hadir. Jokowi saat ini sedang menjalani tahapan Pilpres yang diundangkan dalam peraturan KPU. Sementara Wakil Presiden Jusuf Kalla,  juga kabarnya juga masih belum ada petunjuk dari Presiden. 

Dalam pertemuan dengan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna beberapa waktu lalu, panitia KPN 2018 yang terdiri dari unsur Kwarnas dan Kwarda Jatim masalah ini juga sempat dibicarakan.

"Kalaupun Presiden tidak bisa hadir,  kami semula mengharapkan Wakil Presiden karena Wapres sebenarnya telah siap,  hanya belum ada perintah dari Presiden. Kalaupun para pemimpin negara itu tidak bisa semuanya,  dibuka oleh pak Bupati Malang pun kami siap, " kata Ketua Harian Kwarda Jawa Timur,  Purmadi waktu itu.

Rendra Kresna yang mendengar ungkapan itu hanya tersenyum. Ia lalu memberikan solusi yang paling memungkinkan adalah seorang menteri. "Bisa Menpora atau menteri yang ditunjuk Presiden, " tegas Rendra.

Namun para panitia terlihat tetap legowo atas situasi kali ini. Mereka menyatakan siap dengan keadaan apapun dalam. acara Skala Nasional bahkan mungkin ada Internasional karena dimungkinkan ada peserta dari manca negara ini.

Sesuai dengan kiasan lambang gerakan pramuka yakni nyiur, tunas kelapa. Ia dapat tumbuh dimana saja yang membuktikan besarnya daya upaya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekeliling dimanapun ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. 

Dalam Resolusi Konperensi Kepramukaan se Dunia tahun 1924 di Kopenhagen Denmark juga menyatakan bahwa kepramukaan mempunyai tiga sifat atau ciri khas antara lain sifat Nasional yang artinya organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepramukaan di suatu negara harus bisa menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara itu.

Bahkan di Indonesia yang sangat luas wilayahnya ini pendidikan pramuka disesuaikan dengan keadaan dan kepentingan masyarakat setempat. Inilah yang membedakan pelaksanaan pendidikan kepramukaan di daerah-daerah dan di negara lain. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration