Senin, 10 Desember 2018
Peristiwa - Daerah

ISNU Jatim Resmi Dilantik, Prof Mas'ud Said Komitmen Bangkitkan ISNU

ISNU Jatim Resmi Dilantik, Prof Mas'ud Said Komitmen Bangkitkan ISNU Suasana pelantikan ISNU Jatim di Hotel Utami Sidoarjo, Minggu. (FOTO: Nasrullah/TIMES Indonesia)
Minggu, 12 Agustus 2018 - 21:27

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Terhitung sejak hari ini Prof Mas'ud Said, resmi memimpin ISNU Jatim (Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama Jawa Timur). Pelantikan digelar di Hotel Utami Sidoarjo, Minggu (12/8/2018).

Terpilihnya Prof Mas'ud sebagai nahkoda baru ISNU Jatim membuat ISNU dipandang oleh beberapa tokoh politik maupun tokoh agama. Itu tampak dari banyaknya karangan bunga yang terus berdatangan di lokasi pelantikan ISNU Jatim. 

Menurut pantauan TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), karangan bunga yang ada di lokasi mulai dari  Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa, kalangan menteri di kabinet kerja, rektor, ketua parpol, pengusaha hingga Presiden Jokowi Widodo.

ISNU-Jatim-b.jpg

Hal ini menjadi salah satu yang membuat pria yang pernah menjadi stafsus Kemensos RI ini terharu dan bahagia.

"Terus terang ini surprise sekaligus kaget. Ada presiden, Menko, dan beberapa menteri kabinet kerja era Pak Jokowi, sampai Gubernur dan Wakil Gubernur memberikan selamat ke kita. Mungkin ini biasa bagi presiden, tapi bagi kami ini adalah spirit sekaligus tantangan," kata Mas'ud.

Mas'ud juga bertekad akan membangkitkan ISNU yang sebelumnya pernah vakum. Dia menilai inilah saatnya untuk mengembangkan ISNU Jatim.

"Alhamdulillah dalam dua minggu, dari daerah berlomba-lomba. Saat ini sudah ada 18 cabang. Itu merupakan kebangkitan yang tidak dimulai dari atas melainkan dari bawah. Kita motivasi agar mereka bisa mengembangkan di wilayahnya masing-masing," jelasnya.

ISNU-Jatim-c.jpg

Menurutnya, bangkitnya ISNU Jawa Timur merupakan momentum yang pas untuk membangun kultur organisasi baru yang bekerja secara praktis, dan pragmatis untuk orang lain. Dan menjadikan ISNU berwarna Kiai Abdurrahman Wachid (Gus Dur). 

"Ada tujuh watak yang dimiliki seorang Gusdur. Pertama dia bekerja untuk masyarakat, bukan dirinya sendiri. Kedua dia bisa menerabas dari golongan yang sempit baik dari NU sendiri maupun Islam, sehingga berguna bagi masyarakat, dan beliau memiliki pembacaan yang luar biasa atas masa depan bangsanya. Mungkin ISNU juga sama dengan penelitiannya," tandasnya. 

Kiai Sholahuddin Wachid berharap keberadaan ISNU Jawa Timur lebih produktif. Baik sumbangsih secara pemikiran untuk NU, Indonesia, dan kemajuan agama Islam. Tentunya Agam yang bisa berdialog dengan siapa saja. 

"Saya masih ingat ucapnya cak nur ditahun 1990 an, waktu itu, akan ada masa dimana banjir akademisi dari kalangan NU yang belajar dimana-mana. Nah, ini lah wujudnya. Bagaimana mereka bisa berkumoul dan bisa lebih produktif," ujar Gus Sholah. 

"Ini modal yang baik bagi ISNU. Tergantung bagaimana mengelola modal itu sendiri. Kebetulan Gubernur nya yang baru dari NU, maka lebih mudah lagi untuk memajukan Jawa Timur dan lebih berkembang," tandasnya. 

Untuk diketahui, Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa Juga hadir dalam pelantikan kepengurusan ISNU Jatim di dampingi oleh mantan Kepala Kemenag Jatim M Roziqi. (*)

Jurnalis : Nasrullah
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration