Rabu, 12 Desember 2018
Politik

Jika ada Rakyat Bunuh Diri Karena Miskin, Prabowo Sebut 'Sangat Hina Bangsa Ini'

Jika ada Rakyat Bunuh Diri Karena Miskin, Prabowo Sebut 'Sangat Hina Bangsa Ini' Calon Presiden RI Prabowo Subianto saat menyapa pendukungnya di depan KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018). (FOTO: Alfi/TIMES Indonesia)
Jum'at, 10 Agustus 2018 - 18:38

TIMESINDONESIA, JAKARTACalon Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan ketika bangsa tak bisa memberikan kesejahteraan bagi rakyat hingga rakyatnya terlunta-lunta dan kebingungan mencari nafkah bahkan sampai putus asa hingga bunuh diri maka bangsa tersebut sangat hina.

Sebab, negara tersebut telah gagal melindungi dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat sebagaimana cita - cita suatu negara.

"Kita bangsa yang hina, jika masih ada rakyat kita yang bunuh diri karena tidak bisa kasih makan ke anak - anaknya, kita hina. Kita hina," katanya di depan KPU, Jakarta, Jumat (10/8/2018).

Menurut dia, apabila negara republik tentunya harus mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyat. Dan apabila negara tersebut tidak mampu memberikan kesejahteraan bagi rakyat, maka sangat tidak pantas menggunakan sistem negara republik.

"Jangan kita jadi sebuah republik. Kalo masih izinkan rakyat kita.... maka kita berhenti dari republik," jelasnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo mengaku tak ingin melihat dan mendengar lagi, ada rakyat yang kelaparan dan kesusahan mencari nafkah untuk keluarganya.

"Tidak boleh lapar di Indonesia, tidak boleh putus asa di indonesia. Tidak boleh ada yang bunuh diri karena tidak bisa kasih makan ke anak-anaknya," tegas dia.

Oleh karena itu, apabila dia diberi amanah untuk menjadi Presiden, maka kekayaan Indonesia akan diberikan untuk rakyat dan bukan untuk segelintir orang apalagi untuk asing.

POLLING TIMES: Siapakah Presiden RI 2019-2024 pilihan Anda jika pemilihan langsung digelar hari ini?

Sekedar informasi, pada Pilpres 2019 ini Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga S. Uno, Sementara Kubu Petahana, Joko Widodo berpasangan dengan KH. Ma'ruf Amien. (*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Jakarta

Komentar

Registration