Minggu, 21 Oktober 2018
Peristiwa - Daerah

Workshop Melek Digital, Memberi Materi yang Sangat Inspiratif

Workshop Melek Digital, Memberi Materi yang Sangat Inspiratif Workshop Melek Digital dengam tema,"Bali Tourism In Digital Era for The World,". Bertempat di Quest Hotel San, Jalan Mahendradatta 93 Padangsambian, Denpasar Barat, Rabu (8/8/2018).(FOTO: Khadafi/TIMES Indonesia)
Rabu, 08 Agustus 2018 - 19:41

TIMESINDONESIA, DENPASAR – Ratusan peserta sangat antusias mengikuti Workshop Melek Digital dengam tema,"Bali Tourism In Digital Era for The World," di Quest Hotel San, Jalan Mahendradatta 93 Padangsambian, Denpasar Barat, Rabu (8/8/2018).

Workshop yang menyajikan berbagai materi menarik terkait jurnalisme digital dengan perkembangan digital di era milenial ini disajikan oleh Direktur Gawainesia TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) Network (TIN), Doddy Hernanto alias Mr D; Direktur Bisnis dan Pengembangan TIN, Sri Widji Wahyuning Utami dan Pemimpin Redaksi TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) Yatimul Ainun.

Menurut Yatimul Ainun dengan Workshop Melek Digital ini, peserta diharapakan bisa mengekspos segalah khazanah tentang Bali, mulai dari adat dan tradisi budaya dan tentunya pariwisata dengan baik dan efektif.

Ainun.jpg

"Bali itu adalah mutiara Indonesia, mutiara Nusantara dan Republik ini yang harus dijaga mulai dari tradisi, budaya dan pariwisata. Itu adalah kekuatannya. Dengan memasuki era digital saat harus betul-betul memanfaatkan teknologi dan digital karena sekarang adalah generasi milineal," ucapnya usai acara, Rabu (8/8/2018) sore.

Dengan adanya kemajuan teknologi tersebut, kekayaan khazanah budaya, wisata dan alam yang ada di Bali ini sudah waktunya lebih banyak dikenal oleh mancanegara. Dan informasi tersebut harus terus diekspos. Karena menurutnya, selama ini untuk promosi digital masih lemah di mancanegara, hanya dilakukan oleh individu-induvidu.

Mr-D.jpg

"Padahal dunia sudah ada dalam genggaman (gadget) dan sudah saatnya pengenalan-pengenalan wisata di Bali secara digital. Selain itu, pemerintah juga harus guyub dan juga berpartisipasi secara aktif dalam dinamika perkembangan teknologi di era generasi milinial dan juga update bukan hanya sekedar promosi tapi salah sasaran," jelasnya.

Sementara Direktur Bisnis dan Pengembangan TIN, Sri Widji Wahyuning, menyampaikan bahwa konten-konten jurnalisme positif yang bernilai khazanah kekayaan pariwisata, budaya dan lain sebagainya harus terus ditingkatkan dan dipahami oleh publik secara digital terutama di media sosial.

digital-Bali-Tourism.jpg

"Konten itu adalah pilihan dan tentunya harus menginspirasi dan membangun serta memberikan pencerahan. Saya kira masyarakat ke depannya harus diberikan sesuatu yang positif," ucapnya.

"Misalnya Bali dengan identitas pariwisata, kebudayaan, seni, kreatifitas yang luar biasa yang selalu menginspirasi. Hal itu harus dilakukan secara masif karena dengan ini Indonesia bisa bangkit. Sampaikanlah kelebihan potensi dan kekuatan positif kita melalui informasi yang bergenre jurnalisme positif," katanya saat ditemui usai acara Workshop Melek Digital itu. (*)

Jurnalis : Muhammad Khadafi
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Bali

Komentar

Registration