Rabu, 12 Desember 2018
Peristiwa - Nasional

Lima Gitar Ukir Karya Luthier Dunia Tampil di Melek Digital Bali Tourism

Lima Gitar Ukir Karya Luthier Dunia Tampil di Melek Digital Bali Tourism Lima gitar ukir karya I Wayan Tuges, yang akan tampil di Workshop Melek Digital Bali Tourism in digital era for the world, di Quest Hoten San Denpasar, Rabu (8/8/2018). (FOTO: TIMES Indonesia)
Rabu, 08 Agustus 2018 - 11:16

TIMESINDONESIA, BALILima gitar ukir karya Luthier terbaik dunia, I Wayan Tuges, asal Bali, dipamerkan di acara Workshop Melek Digital bertema "Bali Tourism in Digital Era for the Word", yang berlangsung, Rabu (8/8/2018), di Quest Hotel San Denpasar, Bali.

Lima gitar akuistik ukir tersebut adalah buah karya dari I Wayan Tuges, yang sudah membuat ribuan gitar ukir untuk para gitaris kelas dunia.

Melek-Digital-Bali-Tourism.jpg

Diketahui, I Wayan Tuges adalah "The Most Beautiful Guitar Luthier in the World". Lima gitar itu, akan dipetik oleh gitaris dunia juga, Mr D, yang juga Direktur Gawainesia di TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Dalam acara tersebut, ada tiga pemateri. Di antaranya, Pemimpin Redaksi TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Yatimul Ainun, Mr D (Doddy Hernanto) dan SW Wahyuning Utami, Corporate and Development Director TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

Melek-Digital-Bali-Tourism-3.jpg

Adapun peserta dalam acara itu, hanya dibatasi 100 peserta dari berbagai perwakilan perhotelan, pemerintahan dan lembaga sosial lainnya yang ada di Bali.

Dari lima gitar, seluruhnya dihiasi dengan ukiran. Seperti ukiran bunga, kupu-kupu dan bunga sepatu, ukir Naga tradisional Bali, Rangda dilengkapi tulisan sastra Bali dan bunga Matahari.

Melek-Digital-Bali-Tourism-4.jpg

Salah satu dari gitar ukir tematik tersebut, sudah dipesan oleh seorang gitaris dari Australia. "Satu sudah dipesan  warga Australia," kata I Wayan Tuges, kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), ditemui jelang acara akan dimulai. (*)

Jurnalis : Muhammad Khadafi
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Bali

Komentar

Registration