Jum'at, 19 Oktober 2018
Peristiwa - Daerah

Suara Korban Terjebak di Masjid Jamiul Jamaah Sempat Terdengar

Suara Korban Terjebak di Masjid Jamiul Jamaah Sempat Terdengar Evakuasi Korban di Masjid Jamik baru dilakukan dengan alat berat. (FOTO: Abdul Muis/TIMES Indonesia)
Selasa, 07 Agustus 2018 - 15:54

TIMESINDONESIA, LOMBOK UTARA – Tepat pukul 15:15 Wita, tim evakuasi korban gempa yang terperangkap di reruntuhan Masjid Jamiul Jamaah, Pemenang Barat, Kabupaten Lombok Utara (KLU), Selasa (7/2018), mendatangkan alat berat eksavator.

Lambannya tenaga rescue ini sempat diprotes wartawan luar negeri yang meliput langsung di lokasi. Masalahnya, ada saksi keluarga korban mendengar suara korban di dalam masjid tersebut.

evakuasi-alat-berat-2.jpg

Belum jelas berapa jamaah yang terperangkap di masjid yang bertengger di Jalan Bangsal Baru ini. 

Salah seorang saksi mata, Khairul Yakin, 6 tahun, yang berhasil menyelamatkan diri, melihat ada tiga jamaah yang meneruskan sholat.

"Jamaah yang lain sudah menyelamatkan diri termasuk imamnya," cerita Khairul.

evakuasi-alat-berat-3.jpg

Para jamaah lari tunggang langgang ketika rokaat kedua, saat rukuk, getaran gempa semakin keras. Ketika goncangan pertama jamaah yang mengisi dua sof setengah masih tenang.

Namun begitu getarannya semakin kuat,  Khairul yang berada di sof kedua paling pojok, ikut menyelamatkan diri. 

"Saya ikut lari karena imamnya ditarik sopirnya keluar dari pengimaman," ceritanya.

evakuasi-alat-berat-4.jpg

Khairul yakin masih banyak korban yang terperangkap di dalam. Sebab sebelum sholat berjamaah isya dilakukan, para jamaah terlebih dulu mendengarkan tauziah
seusai magrib.

Adalah ustad H Sirajuddin dari Kekait, Lombok Utara yang memberi materi. Kemudian dilanjutkan salat isya berjamaah.

Menurut Khairul satu sof ada 45 jamaah. Totalnya ada dua setengan saf laki. Itu di barisan lelaki.

Jamaah perempuan juga banyak, sekitar 80 orang. "Kalau ada pengajian ibu ibu pasti ramai datang," jelasnya.

Menurut dia, data yang dihimpun Kepala Dusun Bangsal, baru dua orang dilaporkan hilang sama keluarganya.

Yaitu Inak Salamah dan Pak Awaluddin. Dia belum diketahui sudah meninggal atau belum. Sebab, hingga penggalian dilakukan ada warga yang mendengar suara di dalam masjid tersebut. (*)

Jurnalis : Abdul Muis
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Lombok

Komentar

Registration