Minggu, 21 Oktober 2018
Otomotif

Presiden RI: Dunia Semakin Beralih ke Mobil Listrik

Presiden RI: Dunia Semakin Beralih ke Mobil Listrik Presiden saat mencoba mobil dalam acara Presiden Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) ke-26 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8). (FOTO: Setkab)
Kamis, 02 Agustus 2018 - 16:52

TIMESINDONESIA, JAKARTAPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, saat ini dunia semakin beralih ke mobil listrik. Ini menjadi salah satu tantangan otomotif tanah air.

Otomotif sekarang ini, kata Jokowi, menghadapi tiga tantangan yang perlu dicermati. Pertama, semakin meluasnya fenomena mobil listrik. Dimulai dari Elon Musk dengan produk mobil listriknya Tesla.

“Dulu Tesla masih merupakan barang langka, barang yang eksotis, tapi sekarang dengan semakin banyak negara mengadopsi mobil listrik, tren di seluruh dunia semakin jelas. Dunia semakin beralih ke mobil listrik,” ujar Jokowi saat membuka Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) ke-26 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018).

Pemerintah Prancis maupun Pemerintah Inggris, tambah Jokowi, juga sudah mengumumkan bahwa mulai tahun 2040 mobil non-listrik akan dilarang untuk dijual di kedua negara ini.

Pemerintah Tiongkok juga sudah mengumumkan akan menjadi terdepan di dunia dalam mengembangkan industri mobil listrik. Sekarang juga sudah menjadi pasar terbesar dunia untuk mobil listrik.

“Tantangan yang kedua bagi industri otomotif dunia adalah teknologi-teknologi disrupsi (disruption technology) seperti kendaraan otonom. Yakni, kendaraan yang bisa mengendarai dirinya sendiri. Dan aplikasi online, seperti Gojek dan Grab. Dengan kendaraan otonom, bisa-bisa kita harus meredefinisi apa itu mobil,” ujarnya.

Secara umum, menurut Jokowi, banyak yang berpikir kendaraan otonom itu seperti mobil yang bisa mengendarai dirinya sendiri, langsung dipakai konsumen di jalanan umum.

Hanya di awal ini mungkin, sambung Presiden, kendaraan otonom dipakai untuk mengangkut kargo dulu, untuk jasa delivery. “Hati-hati dengan perkembangan-perkembangan seperti ini,” kata Presiden memperingatkan.

Jokowi menerangkan bahwa saat ini ada kendaraan otonom dari sebuah startup di Los Angeles yang berfungsi sebagai shuttle untuk penumpang seperti minivan yang beroperasi dalam kampus di dalam zona yang terbatas dengan menjalankan rute tetap.

“Apakah kendaraan-kendaraan seperti ini masih bisa diistilahkan mobil? Mungkin industri otomotif yang harus memperluas definisinya supaya bisa mencakup inovasi-inovasi seperti ini. Kemudian aplikasi transportasi online dan mobil listrik,” jelas Presiden RI Jokowi(*)

Jurnalis : Alfi Dimyati
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration