Rabu, 21 November 2018
Graphic

Konferwil NU Jatim 2018 dan Bisikan Politik

Konferwil NU Jatim 2018 dan Bisikan Politik Grafis: Dena/TIMES Indonesia
Sabtu, 28 Juli 2018 - 11:17

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Konferensi Wilayah (Konferwil) Nahdlatul Ulama (NU) Jawa Timur, akan digelar Sabtu hingga Ahad (28-29/7/2018), di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Warga Nahdliyin berharap, Konferwil steril dari unsur politik. Diharapkan tak ada bisikan politik yang membuat NU tidak independen.

Mengapa demikian? Karena sejak akan digelarnya Konferwil NU Jatim, terlihat tarik menarik kepentingan politik, terutama usai Pilgub Jawa Timur.

Menurut Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jember, Kiai MN Harisudin, kepentingan politik yang merangsek dalam Konferwil, khususnya pada pemilihan Ketua sering kali diiringi dengan ketegangan antarcalon Ketua dan pendukungnya. 

KonferwilNUJatim2018grafik.jpg

Hal tersebut mengesankan posisi ketua menjadi 'rebutan'. "Padahal kader NU tidak mencari jabatan, apalagi merebut jabatan. Tapi ketika jabatan diberikan, maka tak boleh ditolak,” tegasnya.

Seminggu sebelum Konferwil, sudah mulai ramai di media sosial dan beberapa media, siapa saja tokoh yang akan diusung menjadi Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim.

Namun, soal pemilihan ketua sepenuhnya ditangan anggota Ahlul Hallli Wal Aqdi atau AHWA, yang merupakan representasi dari suara cabang NU se-Jawa Timur.

Para kiai atau tokoh NU yang terpilih sebagai anggota AHWA adalah tokoh NU yang memiliki kredibilitas dan integritas tinggi, sehingga tak perlu diragukan netralitasnya. Konferwil harus diselematkan dari bisikan politik dan kepentingan politik praktis. Selamat Berkonferwil NU Jatim(*)

Jurnalis : Nasrullah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration