Kamis, 13 Desember 2018
Otomotif

Mahasiswa UGM Rancang Mobil Pintar Berbahan Bakar dari Limbah Plastik

Mahasiswa UGM Rancang Mobil Pintar Berbahan Bakar dari Limbah Plastik Tim Smart Car MCS (Microalgae Cultivation Support) saat mempresentasikan karyanya. (FOTO: Riyadi/TIMES Indonesia)
Senin, 23 Juli 2018 - 19:59

TIMESINDONESIA, YOGYAKARTA – Keberadaan kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta sebagai gudang intelektual muda tak diragukan lagi. Hal itu dibuktikan dengan para mahasiswa yang berhasil menciptakan karya inovasi baru. Yakni merancang mobil yang berbahan bakar dari limbah plastik.

Kabar teranyar, sekelompok  mahasiswa dari Departemen Teknik Kimia itu, berhasil mengembangkan rancangan mobil pintar yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar dan rendah emisi.

Mereka yang berhasil menciptakan inovasi ini adalah Herman Amrullah bersama Sholahuddin Alayyubi, Thya Laurencia Benedita Araujo, dan Naufal Muflih. 

Ke-4 mahasiswa ini tergabung dalam tim Smart Car MCS (Microalgae Cultivation Support). “Karya kami berhasil mengubah sampah plastik menjadi bahan bakar cair dan mengurangi emisi gas buang kendaraan,” kata Ketua Tim Smart Car MCS, Herman Amrullah kepada wartawan di Kantor Humas UGM, Senin (23/7). 

Menurut Herman, karyanya ini memodifikasi mobil dengan penambahan sejumlah alat seperti tabung reaktor pirolisis untuk menampung dan mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar cair yang berada di dalam body mobil. Tabung ini dapat menampung hingga 2 kilogram sampah plastik.

Melalui proses pirolisis ini sampah plastik ini dikonversi menjadi bahan bakar cair dengan memanfaatkan  panas dari ga buang knalpot mobil yang suhunya bsia mencapai 400-500 derajat celcius. Hasilnya, proses pirolisis berupa bahan bakar cair yang ditampung dalam tabung penampungan di bawah mobil. 

“Hasilnya bahan bakar cair selanjutnya diambil untuk diolah dalam tahap lanjutan supaya bisa digunakan sebagai bahan bakar untuk menggerakkan mesin kendaraan,” papar Herman. 

Dari uji cobanya, 2 kilogram sampah plastik dapat diolah menjadi 2 liter bahan bakar cair. Plastik yang bisa digunakan dalam proses ini adalah semua jenis sampah plastik kecuali pvc. 

“Semua plastik bisa dipakai kecuali pvc karena mengandung gas  chloride yang berbahaya bagi kesehatan dan bisa menyebabkan korosi pada mesin,” jelas Sholahuddin, penelitia lain.

Sholahuddin menrangkan, mobil ini dilengkapi dengan teknologi Microalgae Cultivation Support (MCS) yang digunakan untuk mengurangi jumlah CO2 gas buang pada kendaraan. Dengan teknologi ini dapat menekan kadar CO2 yang dihasilkan pada gas buang mobil. 

Peneliti lain, Alayyubi menambahkan ide pengembangan mobil pintar ini berawal dari keprihatinan mereka terhadap banyaknya sampah plastik di lingkungan. 

Setiap tahun jumlah limbah plastik terus meningkat dari waktu ke waktu dan telah menjadi persoalan dunia.

“Sampah plastik merupakan produk turunan dari minyak bumi sehinggakami terpikir untuk mengkonversi kembali ke dalam bentuk minyak bumi,” terang Alayyubi.

Hanya, untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar memerlukan energi yang cukup besar. Dari literatur dan diskusi bersama, merekapun berhasil mencari cara yang tepat dan relatif murah untuk mengkonversi sampah plastik menjadi bahan bakar cair. 

Kemudian muncul ide untuk memanfaatkan panas gas buang kendaraan untuk proses tersebut. Menurutnya, pengembangan konsep kendaraan ini tidak hanya dapat memproduksi bahan bakar dan biofuel tetapi dapat pula mengurangi persoalan sampah dan menekan jumlah karbondiokasida.

Tak hanya itu, gagasan mobil pintar ini juga berhasil meraih juara dunia dalam kompetisi Shell Ideas360 di London belum lama ini. Tim yang dibimbing oleh Hanifrahmawan Sudibyo, S.T., M.Eng., dan Yano Surya Pradana, S.T., M.Eng., ini berhasil menyisihkan 3.336 tim mahasiswa UGM berbagai universitas dari 140 negara dunia dalam sebuah perlombaan tingkat internasional. (*)

Jurnalis : A Riyadi
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Yogyakarta

Komentar

Registration