Selasa, 17 September 2019
Peristiwa - Daerah

BPBD Malang: Masyarakat Harus Waspada Potensi Ombak Besar

BPBD Malang: Masyarakat Harus Waspada Potensi Ombak Besar ILUSTRASI: Ombak besar. (FOTO: Dok TIMES Indonesia)
Jum'at, 20 Juli 2018 - 08:33

TIMESINDONESIA, MALANG – Potensi ombak besar di pantai Selatan dalam kurun waktu beberapa hari ke depan diperkirakan masih akan terjadi. BPBD Malang yang selalu monitoring dan koordinasi dengan lembaga-lembaga pemantau keadaan, cuaca, dan iklim memperoleh data bahwa potensi gelombang tinggi diperkirakan akan terjadi di perairan Indonesia pada 19 - 21 Juli 2018.

Sekretaris BPBD Malang, Ir Bagyo Setiono menyebut, potensi gelombang tinggi itu disebabkan oleh peningkatan kecepatan angin Timur yang kecepatannya hingga 37 km/jam. Hembusan  angin ini diprakirakan masih berlangsung hingga tanggal 21 Juli di beberapa wilayah perairan di Indonesia.

"Kami mengimbau agar masyarakat waspada dan saran kami jangan adakan kegiatan di sana sementara waktu," kata Bagyo.

Matriksb9716.jpg

Potensi gelombang tinggi itu mencapai 1,25 - 2,5 meter dan 2,5 - 4,0 meter. Potensi  1,25 - 2,5 meter bisa terjadi di Selat Malaka (utara), perairan pulau Simeuleu, laut Sawu dan laut Timor, perairan selatan pulau Sawu-Kupang-Rote, perairan Kepulauan Sermata-Kepulauan Tanimbar, perairan kepulauan Kei-kepulauan Aru, laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makasar (selatan), perairan timur kepulauan Selayar,  laut Flores dan laut Banda, perairan selatan Baubau-kepulauan Wakatobi, perairan selatan pulau Buru-pulau Seram, laut Seram (timur), perairan selatan Kaimana-Amamapre-Agats dan perairan utara Jayapura-Sarmi.

Potensi gelombang tinggi antara 2,5 - 4,0 meter bisa terjadi di perairan Sabang, perairan Utara dan Barat Aceh, perairan Barat kepulauan Nias-kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu hingga barat Lampung, samidra hindia barat Sumatera, selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten, perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, perairan selatan pulau Sumba dan lait Arafuru.

Dengan kondisi potensi gelombang yang tinggi tersebut, BPBD Malang dan BMKG mengimbau kepada masyarakatdan kapal-kapal terutama perahu nelayan dan kapal kecil untuk tidak memaksakan diri melaut serta tetap waspada dan siaga dalam melakukan aktivitasnya. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration