Ekonomi

Khofifah: Koperasi dan UMKM akan Bantu Tingkatkan Ekonomi Jatim

Khofifah: Koperasi dan UMKM akan Bantu Tingkatkan Ekonomi Jatim Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, saat menghadiri acara tasyakuran dan halal bihalal pusat koperasi An-nisa. Pasuruan,Sabtu (14/7/2018). (FOTO: Nasrullah/TIMES Indonesia)
Sabtu, 14 Juli 2018 - 14:46

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa hari ini menghadiri tasyakuran gubernur terpilih dan halal bihalal pusat koperasi An-Nisa Jawa Timur, di Pasuruan, Sabtu (14/7/2018).

Dalam kesempatan ini, Khofifah menyampaikan angka UMKM dan Koperasi yang  tinggi di Jawa Timur akan dapat menjadi bagian dari penguatan pengembangan ekonomi masyarakat Jawa Timur. Mantan Menteri Sosial ini menilai dengan tingginya nilai UMKM di Jawa Timur itu akan dapat menurunkan ketimpangan yang ada.

"Jawa Timur mempunyai UMKM 6800an dan bisa menyerab 11 juta tenaga kerja, jadi betapa UMKM dan koperasi itu harus menjadi baguan dari penguatan tumbuh kembang ekonomi masyarajat Jawa Timur karena makin merata UMKM akan semakin signifikan menurunkan ketimpangan, kan di Jawa Timur ini ketimpangannya makin meningkat, nasional 0,39 jawa timur 0,41 jdi tinggi," ungkapnya dihadapan awak media.

Ketua Muslimat NU ini juga menilai bahwa harus adanya diferensiasi antara desa dan kota, ia juga merencanakan akan menjalankan teknologi tepat guna sebagai bagian dari cara untuk meningkatkan kualitas hasil produksi agro yang dikelola petani.

Khofifah-2.jpg

"Nah berikutnya harus ada diferensiasi antara desa dan kota, desa ini sebetulnya kan agronya sangat kuat sehingga menyaiapkan teknologi tepat guna (TTG)," tambahnya

Khofifah juga berencana untuk melakukan berbagai pelatihan untuk meningkatkan kualitas bahan produksi sehingga adanya peningkatan harga pasar

Menurutnya, TTG ini harus benar-benar detail sehingga sektor agro tertentu efektif, misalnya bagaimana pengupasan jagung, bagaimana sebetulnya penggilingan padi yang diikuti dengan tempat pengeringannya.

"Ini kendala yang masih dihadapi petani di Jawa Timur adalah kandungan air yang masih tinggi, itu kalau langsung digiling brokennya tinggi, kalau brokennya tinggi itu akan menjadi sampai kualitasnya medium, kalau kualitasnya medium maka harganya jual juga rendah, maka menyiapkan tempat-tempat penggilingan dengan tempat pengeringan itu menjadi penting, untuk meningkatkan kualitas padi," ungkap Khofifah Indar Parawansa(*)

Jurnalis : Nasrullah
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Surabaya

Komentar

Registration