Senin, 24 September 2018
Peristiwa - Daerah

Nini Dhiwut, Dolanan Anak Abad 15 Hidup Kembali di Blitar

Nini Dhiwut, Dolanan Anak Abad 15 Hidup Kembali di Blitar Permainan Nini Dhiwut dimainkan oleh komunitas sanggar teater Mlasti Blitar. (FOTO: Mlasti for TIMES Indonesia)
Sabtu, 14 Juli 2018 - 14:34

TIMESINDONESIA, BLITAR – Upaya menghidupkan kembali budaya tradisional yang dikemas ke dalam dunia kesenian dilakukan pegiat seni di Blitar, Jawa Timur. Sanggar Teater Mlasti Blitar menggelar Jagongan Karya dengan mengangkat karya “Lelakon Nini Dhiwut”, sebuah dolanan anak yang muncul di abad ke-15.

Leader Sanggar Mlasti Blitar, Dewi Megawati Rajasyah S.Sn., mengatakan Nini Dhiwut merupakan salah satu permainan anak-anak perempuan perawan pada zaman dahulu.

sanggar-teater-Mlasti-2.jpg

"Permainan ini masuk dikisaran tahun 1500an dibawa oleh kultur Hindu Budha, kalau di jawa tengah lebih di kenal dengan Nini Thowong ada pula istilah cowongan dan sebagainya," ujarnya.

Karya “Lelakon Nini Dhiwut” ini dimulai dengan contoh pementasan yang sengaja dirangkum lebih singkat dan dilanjutkan diskusi dengan para pakar pelestari Nini Dhiwut, Sejarahwan, dan penggiat Teater di Blitar.

"Kita sengaja membuat pementasan ini tidak memasukan seluruh unsur ritual permaian Nini Dhiwut karena selain untuk memudahkan pesan sampai pada penonton juga memberikan rasa penasaran pada pengunjung yang didominasi  generasi muda agar tidak takut untuk mempelajari permainan Nini Dhiwut," katanya.

sanggar-teater-Mlasti-3.jpg

Ia berharap nantinya para pemuda pemudi Blitar dapat menggali langsung dan melestarikan permainan rakyat yang sudah lama ini tenggelam.

"Diharapkan setelah jagongan karya ini akan dilanjutkan dengan perbaikan pada karya, dan Lekakon Nini Diwut ini nantinya dapat memberikan dampak positif untuk ikut andil dalam pelestarian Budaya dolanan anak-anak khas Blitar," ujarnya.

sanggar-teater-Mlasti-4.jpg

Permainan Nini Dhiwut ini harus dimainkan oleh perawan. Boneka yang terbuat dari goni itu didandani bak perempuan diletakan diatas tampah, dipegang anak-anak gadis dan seluruh urutan harus benar. 

Selain sebagai media ruwatan,  Ajaran yang dapat dipetik dari pemainan Nini Dhiwut ini sendiri yaitu menjadi ajaran tutur kepada perempuan untuk menjaga laku ucap dan harga dirinya di dunia, juga menjadi salah satu perwujudan syukur atas segala kesempurnaan menjadi perempuan. (*)

Jurnalis : Tria Adha
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Blitar

Komentar

Registration