Sabtu, 17 November 2018
Pendidikan Konsultasi Psikologi

Problem Remaja Milenial: Tak Bisa Lepas Gadget!

Problem Remaja Milenial: Tak Bisa Lepas Gadget! Dr Muhammad Fakrurrozi MPsi. (Grafis TIMES Indonesia)
Sabtu, 14 Juli 2018 - 06:16

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Mulai Sabtu, 14 Juli 2018 ini TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id) menghadirkan Konsultasi Psikologi Milenial yang diasuh oleh Dr Muhammad Fakrurrozi MPsi, psikolog dari Universitas Gunadarma Jakarta. Warganet bisa berkonsultasi dengan mengirimkan pertanyaan via WA ke 081233452700. Selamat mengikuti!

*
Pertanyaan:
Bapak pengasuh yang saya hormati. Saya punya keponakan remaja yang dekat dengan saya. Belakangan ini dia lebih asyik dengan gadget dan seolah tidak peduli sekolahnya yang masih SMA naik kelas 3.
Orang tuanya bingung, khawatir tidak bisa masuk kampus negeri. Bagaimana pendapat bapak? Mohon bantuannya.

Sri, Solo

Tanggapan:

Ibu Sri di Solo yang baik. Apa yang dialami keponakan Ibu memang merupakan salah satu permasalahan remaja masa kini. Para remaja, bahkan anak-anak, tampak lebih akrab dengan gadgetnya daripada menjalin interaksi langsung dengan orang lain. 

Mengenai keponakan ibu, sebaiknya tidak perlu terlalu mengkhawatirkan keadaannya. Karena penyebab perilaku tersebut masih belum begitu jelas. Oleh karena itu perlu dicari tahu apa yang sebenarnya menyebabkan keponakan ibu melakukan perilaku tersebut. 

Orang tuanya mungkin bisa melakukan pendekatan dari hati ke hati kepadanya untuk menanyakan apa yang menyebabkan perilaku itu. Jika dirasa belum optimal, ibu sebagai tante yang cukup dekat dengannya mungkin bisa ikut membantu untuk menanyakannya kepada yang bersangkutan. 

Beberapa perilaku yang tampak, bisa jadi merupakan pelampiasan atas ketidaknyamanan kondisi psikis seseorang.  Hal-hal seperti itu yang perlu digali lebih dalam.

Sementara itu, kepada orang tuanya agar berusaha untuk tetap tenang dan tidak terlalu khawatir serta mendoakan anaknya agar bisa lebih baik kondisinya. Karena apa yang dirasakan oleh orang tua, bisa berpengaruh secara bawah sadar kepada anak. 

Selain itu, seorang anak juga memiliki hak untuk memilih dan orang tua berkewajiban untuk memberi tahukan tentang konsekuensi positif dan negatif atas pilihannya, sehingga anak juga tidak merasa dibiarkan berjalan sendiri dan juga tidak dipaksa untuk mengikuti kehendak orang tua. 

Demikian yang bisa saya sampaikan, Ibu. Mudah-mudahan bisa membantu dan semoga permasalahannya segera teratasi dengan baik.. 

Salam hormat, Muhammad Fakhrurrozi

Bagi warganet yang ingin Konsultasi Psikologi Milenial yang diasuh oleh Dr Muhammad Fakrurrozi MPsi, psikolog dari Universitas Gunadarma Jakarta, bisa mengirimkan pertanyaan via WA ke 081233452700. (*)

Jurnalis :
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration