Peristiwa - Daerah

Seribu Lilin, Wujud Dukungan Warga Perbatasan untuk Pemerintah

Seribu Lilin, Wujud Dukungan Warga Perbatasan untuk Pemerintah Seribu lilin dari warga perbatasan untuk Surabaya, Kamis (17/5/2018). (FOTO: lstimewa)
Kamis, 17 Mei 2018 - 22:42

TIMESINDONESIA, PAPUA – Maraknya aksi terorisme yang terjadi di Surabaya beberapa hari lalu, seakan meninggalkan duka bagi warga yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini. Aksi Seribu Lilin dari warga perbatasan sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah berantas terorisme.

Tak hanya sebatas kata saja. Namun, warga di Kabupaten yang berbatasan langsung dengan negara tetangga tersebut, juga menggelar aksi sejuta lilin sebagai simbol atas rasa duka yang diungkapkannya.

Tak hanya itu, aksi seribu lilin yang diikuti oleh Satgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Kodim, Polres, Pemda Boven Digoel hingga tokoh masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, juga memberikan dukungan kepada Pemerintah dalam upayanya membasmi aksi terorisme yang dinilai memecah belah bangsa, hingga menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat tersebut.

Dansatgas Pamtas Yonif Raider 500/Sikatan, Letkol Inf Sidik Wiyono mengungkapkan, selama berlangsungnya aksi tersebut.

Masyarakat juga menyanyikan lagu Padamu Negeri sebagai ungkapan rasa bela sungkawa  mereka terhadap para korban aksi terorisme yang terjadi saat ini.

“Masyarakat juga berdo’a kepada para korban bom sesuai keyakinan masing-masing,” jelas Sidik ketika ditemui  di Tugu Bung Hatta, Tanah Merah, Kamis (17/5/2018) malam.

Tak hanya itu, akibat maraknya aksi tersebut (terorisme). Dirinya juga menginstruksikan seluruh personelnya untuk lebih memperketat pengamanan, sekaligus aktif melakukan patroli rutin bersama aparat keamanan lainnya.

“Semua personel kita siagakan dan kita perintahkan untuk saling berkoordinasi dengan aparat keamanan lainnya. Seribu lilin ini untuk memberikan dukungan kepada pemerintah berantas terorisme,” tegasnya. (*)

Jurnalis : Lely Yuana
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration