Selasa, 21 Agustus 2018
Ekonomi

Suhu Dingin Membuat Harga Telur Melonjak

Suhu Dingin Membuat Harga Telur Melonjak Dinginnya suhu udara, membuat penurunan produksi telur ayam yang berakibat, harga telur di pasaran naik. (FOTO: Isimewa/TIMES Indonesia)
Jum'at, 13 Juli 2018 - 20:10

TIMESINDONESIA, BATU – Suhu udara yang sangat dingin akhir - akhir ini ternyata mengakibatkan harga telur merangkak naik.

Sejumlah pedagang mengeluhkan kenaikan harga tersebut, pasalnya kenaikannya cukup tinggi.

Dari harga sebesar Rp 220 ribu per peti (kurang lebih beratnya 10 kilogram) kini menjadi Rp 245 ribu per peti.

“Perkilogram biasanya saya jual Rp 25 ribu, kenaikan ini membuat saya terpaksa menaikkan harga menjadi Rp 27 ribu,” ujar pemilik toko peracangan di Kelurahan Sisir, Tianah.

Ia sempat heran karena dalam sekejap dagangan telurnya sudah habis. “Saya tidak tahu kalau harganya naik. Toko lain sudah jual Rp 27 ribu perkilogram, saya masih Rp 25 ribu perkilogram, makanya sebentar saja ludes, “ ujarnya sambil tersenyum.

Peternak ayam petelur di Dusun Kasin, Desa Ampel Dento, Kecamatan Karangploso, Tu’in Abdul Majid mengatakan kenaikan harga telur ini dikarenakan adanya penurunan produksi telur ayam.

“Kondisi suhu udara yang dingin beberapa waktu ini membuat, produksi telur ayam berkurang. Kalau normalnya sehari saya menghasilkan 15 peti per hari, sekarang hanya enam peti saja,“ ujarnya.

Di sisi lain, harga pakan juga mengalami kenaikan. “Sekarang pembelian telur di kandang jadi 24 ribu perkilogram, padahal sebelumnya Rp 19 ribu perkilogram. Di pasaran ada yang menjual Rp 27 ribu sampai Rp 30 ribu perkilogramnya, “ ujar Tuin.

Sebenarnya ia lebih suka harga telur stabil, ketimbang naik seperti ini, karena membuat penjualan telur bergerak lambat. (*)

Jurnalis : Muhammad Dhani Rahman
Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan
Sumber : TIMES Batu

Komentar

Registration