Rabu, 19 September 2018
Politik

Pasangan Zul-Rohmi Dinilai Rentan Mendapat Ujian di Parlemen NTB

Pasangan Zul-Rohmi Dinilai Rentan Mendapat Ujian di Parlemen NTB Direktur M16, Bambang Mei Finarwanto (kanan). (FOTO: Istimewa)
Jum'at, 13 Juli 2018 - 20:02

TIMESINDONESIA, MATARAM – Pengamat politik Bambang Mei Finarwanto memandang  paska kemenangan Paslon Zulkieflimansyah dan Sitti Rohmi Djalilah (Zul - Rohmi) dalam Pilgub NTB 2018 bukan akhir perjuangan.

Pasalnya, ia menduga pemimpin baru di NTB ini akan mendapat ujian politik, khususnya di parlemen Udayana (DPRD NTB, red) bagi kekuatan politik Zul-Rohmi selama 5 tahun ke depan, pasca dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Direktur lembaga kajian sosial politik M16 ini menyatakan, hal ini terkait dengan koalisi ramping yang diusung Zul Rohmi yakni Partai Demokrat dan PKS yang 14 kursi  harus menghadapi hegemoni faksi-faksi politik yang ada di parlemen Udayana yang berjumlah 41 kursi.

Menurutnya, sebagai partai yang kalah di Pilgub NTB 2018 tentu kekuatan parpol di Udayana akan memainkan sejumlah manuver politik guna menaikkan posisi tawarnya melawan blocking politik Zul - Rohmi .

Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjutnya, mesin politik Zul-Rohmi di DPRD NTB tidak boleh lengah dan baperan dalam mengatasi dan mengantisipasi serangan politik. 

"Ya, harus tetap memainkan politik bandul berimbang untuk mengatasi manuver politik konfrontasi merupakan salah cara menjaga soliditas internal agar tidak mudah dikoyak-koyak berbagai kepentingan politik itu", kata pria yang akrab disapa Didu ini, di Mataram, Jum'at (12/7/2018).  

Didu mengatakan, pasca pelantikan Zul-Rohmi nanti, akan menjadi titik krusial mendapatkan legitimasi politik dan hukum di parlemen terkait lima tahun pemerintahan Zul-Rohmi memimpin NTB pada nantinya.

Jurnalis : Anugrah Dany Septono
Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rizal Dani

Komentar

Registration