Peristiwa - Daerah

SKK Migas-EML Dukung Program Lingkungan Banser Maritim Sumenep

SKK Migas-EML Dukung Program Lingkungan Banser Maritim Sumenep Menyambut bulan Suci Romadhan 1439 H, Banser Sumenep melakukan aksi penanaman pohon.(FOTO: Busri Toha/TIMES Indonesia).
Kamis, 17 Mei 2018 - 20:34

TIMESINDONESIA, SUMENEP – Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kabupaten Sumenep menyambut Bulan Suci Ramadhan 1439 H dengan aksi penanaman pohon di empat desa yang tersebar di tiga kecamatan, Rabu (16/5/2018). Aksi simpatik Banser Maritim Sumenep ini bertema "Melestarikan Bumi, Menjaga NKRI" mendapat dukungan dari SKK Migas-EML.

Aksi ini didukung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumenep, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Perwakilan Jabanusa dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) PT Energi Mineral Langgeng (EML).

Kepala Satuan Koordinasi Cabang (Kasatkorcab) Banser Sumenep Ahmad Nawfan Hammam menuturkan, empat desa yang menjadi objek penanaman pohon tersebut adalah Desa Kebun Dadap Timur dan Desa Tanjung Kecamatan Saronggi; Desa Lobuk Kecamatan Bluto; dan Desa Kambingan Kecamatan Lenteng.

“Aksi tanam pohon ini merupakan wujud komitmen kami terhadap kelestarian lingkungan,” jelas pria yang akrab dipanggil Nawfan ini.

Dia menambahkan, salah satu tujuan penting dari penanaman pohon tersebut adalah pelestarian lingkungan dan penghijauan. Sebab, keberadaan pepohonan sangat penting untuk mengurangi polusi. "Selain itu, dengan adanya pohon yang rindang, udara menjadi sejuk," imbuhnya.

Menurut Nawfan, pohon-pohon yang ditanam akan terus dirawat oleh personel Banser. “Kami punya Banser Maritim, yang memang bergerak ke arah isu-isu lingkungan dan kelautan,” tuturnya.

Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sumenep M. Muhri sangat mengapresiasi langkah Banser dan Banser Maritim yang menunjukkan kepedulian terhadap alam dan lingkungan. Dia berharap, kegiatan ini dapat mendorong masyarakat luas untuk aktif melestarikan alam dan lingkungan dan bersama-sama mencegah hal-hal yang dapat merusak alam.

Jurnalis : Busri Toha
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Sholihin Nur
Sumber : TIMES Madura

Komentar

Registration