Peristiwa - Daerah

Kampung NKRI Sahur Bersama Sebulan Penuh

Kampung NKRI Sahur Bersama Sebulan Penuh Suasana sahur bersama warga Kampung NKRI di Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. (FOTO: Istimewa)
Kamis, 17 Mei 2018 - 21:07

TIMESINDONESIA, MALANG – Ada yang unik di bulan Ramadhan ini, yakni di Kampung NKRI, desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur dimana warganya selalu sahur bersama sepanjang bulan Ramadhan.

Sebuah tradisi yang jarang bahkan mungkin tidak ada karena yang populer di masyarakat selama ini adalah berbuka puasa bersama. Sebuah keniscayaan tapi di kampung NKRI sahur bareng itu ternyata justru menjadi kenyataan.

"Bagaimana hal itu bisa terwujud?, ya karena kami, warga kampung itu sebaya, dan hampir semuanya aktivis dan mau bergerak untuk terobosan-terobosan baru sehingga titik kebosanan tidak terjadi di sini. Ini takdir," kata Fais Wildan.

Kampung NKRI ini memang menyimpan banyak kelebihan. Kampung ini pula yang setiap 17 Agustus melaksanakan upacara dengan semua potensinya.

Kalau peternak sapi maka sapinya harus diajak upacara, begitu pula bila peternak ayam, atau anggota komunitas ular ya ularnya diajak dan seterusnya.

Di sana ada juga kantin kejujuran. Kantin ini menyediakan semua kebutuhan bahan pokok. Bila belanja warganya mengambil sendiri kemudian memberitahu lewat wa sekaligus membayarnya kepada petugas koperasi yang berada di depannya.

Ada 30 kepala keluarga di Kampung NKRI ini. Fais Wildan adalah salah satu pendiri padepokan NKRI di kampung itu. Selain Fais Wildan pendirinya adalah Taufikurahman tokoh pemuda Muhammadiyah disitu. Sedangkan Fais Wildan mewakili NU.

Mereka, para aktivis, penghuni kampung NKRI itu antara lain berasal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerkan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) , Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), KAMMI, NU dan Muhammadiyah.

Tidak ada yang tahu bagaimana mereka bisa berkumpul di sana.  "Sekali lagi ini sudah takdir. Di sini kami bisa menumbuhkan kekompakan. Padepokan juga tempat kami berbincang segala macam tentang keilmuan, keislaman, tasawuf, pergerakan dan tetek bengek serta saat tiba bulan Ramadhan," tambah Wildan.

Untuk sahur bersama sepanjang bulan Ramadhan, kata Wildan sudah berlangsung selama tiga tahun ini. Karena jumlah KK-nya 30, maka selama Ramadhan satu keluarga mendapat giliran dua kali menanggung konsumsinya.

"Kami sudah terbiasa menerapkan rasa kebersamaan. Sehingga tidak ada yang berat dalam hal ini. Disamping itu lebih ekonomis," ujarnya.

Memang banyak hal yang diterapkan warga Kampung NKRI. Bukan hanya soal sahur bersama selama Ramadhan, berbuka puasapun mereka juga bersama. Menariknya tatkala menginjak saat tarawih, semua kepala keluarga disitu digilir menjadi Imamnya. Ini untuk membiasakan mereka berani tampil di depan. (*)

Jurnalis : Widodo Irianto
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rizal Dani
Sumber : TIMES Malang

Komentar

Registration