Peristiwa - Daerah

Terduga Terorisme Berstatus PNS, Pemerintah Daerah Diminta Ikut Berperan

Terduga Terorisme Berstatus PNS, Pemerintah Daerah Diminta Ikut Berperan Polisian berjaga di Perum Sumber Taman Indah saat Densus 88 menangkap tiga terduga terorisme. (FOTO: HappyL/TIMES Indonesia)
Kamis, 17 Mei 2018 - 14:58

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Satu dari tiga terduga terorisme yang diamankan Densus 88 di Kota Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (17/5/2018) malam berstatus PNS guru. Karena itu, pemerintah daerah dituntut ikut berperan mencegah terorisme sejak dini.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Abd. Azis, Kamis (17/5/2018) kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id).

"Pemerintah daerah mempunyai peran penting. Presiden dan Polri dengan Densus 88 sangat serius, namun kepala daerah masih belum peduli dengan agenda penumpasan terorisme," sebutnya. 

Pria yang juga Ketua RMI Kota Probolinggo itu menilai, pemberantasan terorisme akan sulit dilakukan karena ia  adalah gerakan ideologi yang diproduksi melalui proses panjang dan mendalam dengan media pendidikan.

Pendidikan ini dilakukan di lembaga pendidikan kelompok mereka, dan juga melalui daulah-daulah. Mesin ideologi ini, harus dimatikan agar bibit-bibit terorisme tidak terus bermunculan.

"Langkah kedua, pemerintah harus tegas menindak dan memberhentikan ASN (PNS, Red) yang berideologi radikal, anti Pancasila dan menyuarakan khilafah," ujar Azis.

Di sinilah peran pemerintah daerah. Selain memonitor mesin produksi radikalisme di lembaga pendidikan, juga melakukan pembinaan terhadap PNS. Apalagi salah satu dari tiga terduga terorisme yang diamankan di Kota Probolinggo, berstatus PNS. (*)

Jurnalis : Muhammad Iqbal
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Ahmad Sukma
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration