Senin, 22 Oktober 2018
Peristiwa - Daerah

Pasca Kebakaran, Saham PT Eratex Djaja Terjun Bebas

Pasca Kebakaran, Saham PT Eratex Djaja Terjun Bebas Lokasi kebakaran gudang milik PT. Eratex Djaja, Selasa (13/7/2018) lalu. (FOTO: Istimewa for TIMES Indonesia)
Jum'at, 13 Juli 2018 - 13:14

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Tiga hari pasca kebakaran hebat yang melanda gudang penyimpanan milik PT Eratex Djaja, Probolinggo, saham perusahaan terbuka itu dibuka merah, alias terjun bebas, pada Jumat (13/7/2018) pagi. Padahal sebelumnya, sehari pasca kebakaran, saham perusahaan garmen itu terpantau naik.

Berdasarkan data dari RTI Business, pada saat kebakaran melanda atau pada Selasa (10/7/2018), saham PT Eratex terpantau meningkat. Dibuka hijau pada angka 119 atau sekitar 8,18 persen dari hari sebelumnya.

Lalu pada Rabu (11/7/2018), saham pabrik garmen yang beralamat di Jalan Soekarno Hatta Kota Probolinggo, Jawa Timur itu juga terpantau hijau. Atau mengalami kenaikan sebanyak 14,29 persen dari hari sebelumnya.

Perubahan mulai nampak pada Kamis (12/7/2018). Saat itu saham Eratex terpantau stagnan atau tidak ada kenaikan maupun penurunan. Jumat (13/7/2018) pagi, saham eratex langsung dibuka merah. Pada perdagangan saham sesi 1 mengalami penurunan 5.88 persen.

Sebagai informasi, PT Eratex Djaja merupakan perusahaan besar dengan laporan keuangan terbuka. Dengan pemegang saham terbesar milik PT Buana Indah Garments, sebanyak 92,39 persen.

Sisanya, sebanyak 7,61 persen merupakan saham yang diperjual belikan untuk publik. Dengan rasio kurang dari lima persen.

Sejauh ini, petugas kepolisian masih belum mengetahui secara pasti, penyebab utama kebakaran hebat pada Selasa malam itu.

Tim Labfor Polda Jatim, yang melakukan olah TKP, diketahui membawa sejumlah barang dari lokasi kejadian, untuk diperiksa di laboratorium. Diantaranya, abu dari lokasi kejadian, pitingan lampu, serta kabel.

“Hasilnya masih belum diketahui, paling cepat sekitar tiga hari baru keluar. Karena kan harus di proses dulu, pasti juga butuh waktu,” Kata Kapolresta Probolinggo, AKBP. Alfian Nurrizal, Jumat siang.

Akibat kebakaran hebat ini, diperkirakan kerugian mencapai dua miliar rupiah. Kendati demikian, hingga berita ini ditulis, tidak ada pernyataan apapun dari pihak manajemen PT Eratex Djaja. Sementara para pekerja, terpantau terus masuk dan tidak terdampak kebakaran tersebut. (*)

Jurnalis : Happy L. Tuansyah
Editor : Yatimul Ainun
Publisher : Rochmat Shobirin
Sumber : TIMES Probolinggo

Komentar

Registration